Perkuat Kontribusi di Sektor Pertanian, Seratus Petani Perempuan Ikuti Bimtek KUR
  • Home
  • Berita
  • Perkuat Kontribusi di Sektor Pertanian, Seratus Petani Perempuan Ikuti Bimtek KUR

Perkuat Kontribusi di Sektor Pertanian, Seratus Petani Perempuan Ikuti Bimtek KUR

Image

PADANG- Seratusan orang petani perempuan di Sumatera Barat yang tergabung dalam Jaringan Pertanian Nasional Perempuan (JPNP) mendapatkan bimbingan teknis (Bimtek) Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Kementerian Pertanian. Bimtek tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kontribusi perempuan di sektor pertanian yang sejauh ini masih dipersepsikan didominasi oleh laki-laki.

Bimtek yang digelar di salah satu hotel di Padang tersebut dibuka oleh Direktur Pembiayaan Pertanian Kementerian Pertanian, Indah Megahwati. Bimtek itu juga dihadiri oleh anggota DPR RI Lisda Hendrajoni dan staf khusus Kementerian Pertanian Joice Triatman.

“Kami berharap, kegiatan ini dapat menambah semangat kaum petani perempuan dalam kepeloporan perempuan mandiri di Indonesia,” kata Joice.

Ia menambahkan, selama ini petani masih diidentikkan dengan laki-laki dalam konteks garis gender. Padahal, perempuan juga memiliki peran penting dalam pengembangan lanskap pertanian berkelanjutan.

“Pengakuan terhadap kontribusi perempuan di sektor pertanian masih lemah, laki-laki masih mendominasi seperti kepemilikan lahan, pengolaham dan informasi pengelolaannya,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, program Kementerian Pertanian membuktikan adanya ruang untuk bangkit sebagai petani perempuan. Oleh sebab itu dia meminta petani perempuan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membuktikan diri bisa mengikis perspektif gender dan dominasi kaum laki-laki di sektor pertanian.

“Manfaatkan setiap program pembinaan untuk kemandirian kaum perempuan di sektor pertanian. Buktikan kaum perempuan juga bisa menjadi petani sukses dan pengusaha tani,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikutura Provinsi Sumatera Barat Syafrizal menyatakan menyambut baik program dari Kementerian Pertanian tersebut.

Dia menyebutkan, PDRB Sumatera Barat sebagian besar masih bergantung kepada sektor pertanian. Namun, saat ini jumlah penduduk miskin juga masih banyak, terutama pada masyarakat yang berpenghasilan sebagai petani.

“Untuk itu kami mengajak semua pihak agar ikut berperan memberikan ide dan gagasan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan tersebut,” ucapnya.F

Berita Terkait

Leave a Reply