
PADANG- Jumlah investor pasar modal yang berasal dari Sumatera Barat (Sumbar) sepanjang Januari sampai akhir April 2021 tercatat naik sebanyak 18.810 investor. Antara lain, sebanyak 8.954 SID (Single Initial Identity) merupakan investor saham.
“Sepanjang Januari sampai data terakhir pada 30 April 2021, penambahan investor ber-KTP Sumbar mencapai 18.810 SID, di mana 8.954 diantarnya adalah investor saham,” kata Kepala Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumbar Early Saputra, Selasa (11/5/2021).
Early menyebut, dengan penambahan tersebut maka total jumlah investor ber-KTP Sumbar mencapai 71.556 SID untuk semua efek. Sedangkan khusus untuk investor pasar saham saja berjumlah 34.336 SID C-Best (investor saham).
“Untuk nilai transaksi, selama periode Januari sampai April 2021 investor Sumbar mencatatkan transaksi mencapai sekitar Rp5,95 triliun,” ujarnya.
Early merinci, dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, jumlah investor terbanyak berasal dari Kota Padang dengan 27.160 SID. Kemudian Kabupaten Agam 5,692 SID dan Kabupaten Tanahdatar dengan 4.751 investor.
Selanjutnya, Kota Bukittinggi dengan 3.919 investor, Kabupaten Padang Pariaman 3,455 investor dan Kabupaten Limapuluh Kota sebanyak 3.117 investor.
Berikutnya, Kabupaten Pesisir Selatan berjumlah 3.110 investor, Kota Payakumbuh 2.669 investor dan Kabupaten Pasaman Barat 2.599 investor. Kabupaten Solok tercatat 2.280 investor dan Kota Solok 2.202 investor. Kabupaten Dharmasraya 1.820 investor, Kabupaten Pasaman 1.673 investir.
Dari Kabupaten Sijunjung tercatat 1.657 investor, Kota Padangpanjang 1.440 investor, dan Kota Pariaman 1.418 investor. Kabupaten Solok Selatan 1.107 investor, Kota Sawahlunto 1.018 investor serta Kabupaten Kepulauan Mentawai 469 investor.
Anggota Bursa (AB) dengan dengan jumlah nasabah paling banyak menurut Early antara lain PT Indopremier Sekuritas, Ajaib, BNI, Panin, MNC.
Sedangkan AB dengan nilai saham paling tinggi dipegang oleh PT Mirae Asset Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Indo Premier, BNI Sekuritas dan Panin Sekuritas. *Febry






