Peringati Hari Pangan, Petani di Tanjung Raya Ikut Pawai Alegoris
  • Home
  • Agam
  • Peringati Hari Pangan, Petani di Tanjung Raya Ikut Pawai Alegoris

Peringati Hari Pangan, Petani di Tanjung Raya Ikut Pawai Alegoris

Pawai alegoris dalam rangka Hari Pangan sedunia di Lubuk Basung, Kamis ((19/10). (fajar)

AGAM – Camat Tanjung Raya, Andria Asmi, mengajak seluruh masyarakat, khususnya para petani, untuk meningkatkan hasil pangan dengan mengedepankan kearifan lokal. Hal itu dikatakannya di sela-sela pawai alegoris dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-37 tahun 2017, di Nagari Maninjau, Kamis (19/10).

“Saya meminta agar seluruh masyarakat dapat melihat potensi-potensi agroindustri terutama industri pangan lokal untuk meningkatkan cadangan pangan dan mengantisipasi kerawanan pangan dan kelaparan. Saya juga berpesan kepada masyarakat petani agar dapat meningkatkan produksi pangannya, tanpa melupakan kearifan lokal,” kata Handria Asmi.

Menurutnya, peringatan Hari Pangan sedunia adalah untuk menggugah dan meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat akan pentingnya masalah pangan, baik di tingkat global, regional maupun nasional. Peringatan itu sekaligus bentuk partisipasi Kecamatan Tanjung Raya dalam mendukung program Bupati Agam H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah, yaitu “Agam Menyemai”.

“Sejauh ini, Program Agam Menyemai terbukti mampu menjadi penunjang perekonomian masyarakat, seperti meningkatnya hasil pertanian mereka setiap panen. Bahkan, pameo nan dilaman untuak di makan, nan di parak baok kapakan, terus diimplementasikan masyarakat,” tuturnya.

Pada pawai yang diikuti oleh seluruh petani yang tergabung kelompok tani di Kecamatan Tanjung Raya, sekolah dan group kesenian tambua tansa di salingka Danau Maninjau itu, dihadiri Camat Tanjung Raya Handria Asmi, Wali Nagari se-Tanjung Raya, UPT Pertanian, Penyuluh, Forkopimcam dan lainnya.

“Lewat pawai ini mari kita kampanyekan kesadaran mempertahankan ketahanan pangan dan kita kampanyekan kesadaran dalam mengkonsumsi hasil pertanian dan perkebunan lokal kita untuk meningkatkan gizi masyarakat,”katanya.

Pawai tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi dan mempertahankan kearifan lokal, serta sebagai memotivasi para petani yang masih membuka usaha di danau, untuk mengalihkan usahanya ke darat, sehingga program Save Maninjau bisa diwujudkan. (fajar)

Berita Terkait

Leave a Reply