
PADANG – Peringatan hari lahir (harlah) Provinsi Sumatera Barat hendaknya menjadi momentum mengembalikan Ranah Minang sebagai tempat lahirnya para pemikir. Pada masa perjuangan kemerdekaan, tokoh – tokoh Sumatera Barat berjuang dengan pemikiran dan gagasan.
“Momentum ini (HUT) hendaknya mengingatkan kita kepada sejarah perjuangan kemerdekaan, dimana para pahlawan asal Sumatera Barat berjuang dengan pemikiran dan gagasan. Melalui diplomasi dan siasat politik,” kata Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sumatera Barat, Profesor Musliar Kasim, Jumat (20/9/2019).
DPRD dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan tanggal 1 Oktober 1945 sebagai hari lahir provinsi. Penetapan tersebut melalui Peraturan Daerah yang merupakan inisiatif DPRD Provinsi Sumatera Barat.
Musliar Kasim mengapresiasi langkah penetapan hari jadi tersebut. Menurutnya, hari jadi memiliki “roh” yang diharapkan memacu semangat generasi saat ini untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan terdahulu.
Momentum peringatan hari lahir yang pertama ini, menurut Musliar, diharapkan menjadi kesempatan yang baik untuk menggerakkan masyarakat untuk lebih maju. Sumatera Barat harus terus melahirkan para cendikiawan yang akan berkontribusi kepada kemajuan daerah dan nasional.
“Momen ini harus menjadi motivasi, pemacu semangat bagi masyarakat untuk menjadi lebih maju,” ujarnya.
Kepada pemerintah provinsi dan DPRD, dia mengingatkan agar peringatan hari lahir Sumatera Barat tidak sekedar seremoni tahunan. Momen peringatan bisa dijadikan sebagai ajang promosi dan penggalian potensi daerah. Berbagai sektor potensial harus terus digenjot, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam.
“Sehingga hari lahir daerah membawa semangat yang menggebu untuk bersama-sama memacu pembangunan menuju kemajuan,” tegasnya. (fdc)






