Perdana, Kelompok Tani Mentawai Terima Pupuk Bersubsidi
  • Home
  • Berita
  • Perdana, Kelompok Tani Mentawai Terima Pupuk Bersubsidi

Perdana, Kelompok Tani Mentawai Terima Pupuk Bersubsidi

MENTAWAI – Kelompok Tani Kepulauan Mentawai mendapatkan pupuk bersubsidi untuk pertama kalinya dari PT. Petro Kimia Gresik. Penyaluran bantuan pupuk bersubsidi tersebut di-launching oleh Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake.

“Pupuk ini disalurkan pihak PT. Petro Kimia Gresik untuk kelompok tani Mentawai. Dinas pertanian harus memahami fungsi pupuk yang akan disalurkan agar pupuk tersebut betul-betul bisa dipergunakan masyarakat untuk kebutuhan bercocok tanam,” kata Kortanius Sabeleake di aula Wisma Bundo Km.6 Tuapeijat, Selasa (14/11).

Ia menyebutkan, pendistribusian pupuk untuk seluruh daerah Mentawai memang masih mengalami kendala. Hal itu disebabkan faktor geografis di mana empat pulau besar saling berjauhan. Dibutuhkan transportasi laut untuk melakukan penyaluran pupuk tersebut.

Dikatakan, masyarakat Mentawai yang berusia 25 tahun ke bawah biasanya sudah mengkonsumsi beras. Tapi, penduduk berusia 30 sampai 40 tahun, biasanya tidak mengkonsumsi beras. Mereka biasa makanan keladi.

Karena itu, katanya, Mentawai sudah memiliki ketahanan pangan sejak dulu, sebab sagu sudah menjadi makanan pokok untuk wilayah Siberut. Sedangkan di wilayah Pagai Utara Selatan, masyarakat di sana menjadikan pisang sebagai makanan pokok. Hal itu sudah menjadi kearifan lokal bagi masyarakat Mentawai. Bahkan, Mentawai tinggal mengembangkan bahan pokok tersebut agar bisa menjadi makanan diolah yang bisa dikonsumsi masyarakat lain. Sejauh ini, makanan-makanan itu hanya diolah menjadi makanan pokok, belum diolah menjadi penganan lain.

“Daerah boleh maju, tapi makanan pokok seperti sagu, pisang, dan keladi harus maju juga seperti halnya beras,” kata Kortanius.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mentawai, Nofriadi mengatakan, launching penyaluran pupuk subsidi oleh distributor diberikan kepada dua kecamatan, yaitu Sipora Utara dan Sipora Selatan. Penyaluran pupuk subsidi bagi kelompok tani di dua kecamatan itu sesuai dengan data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang sudah terdaftar. Begitu juga agen resmi pendistribusian pupuk di Mentawai masih hanya dua kecamatan.

“Sebenarnya masing-masing kecamatan memiliki dua agen distribusi,” ucap Nofriadi.

Kondisi persawahan di Kabupaten Kepulauan Mentawai saat ini belum menggunakan pupuk, baik organik maupun non organik, sehigga musim tanam tidak ada peningkatan produksi. Rata-rata hanya 2,5 ton per hektar.

Ke depan, perusahan pupuk PT. Petro Kimia Gresik dengan distributor akan membuat demplotnya serta mengaplikasikan bagaimana penggunaan pupuk di areal persawahaan. Diharapkan dengan adanya pupuk, ada peningkatan produksi minimal sampai 4 ton per hektar.

Supervisor Pemasaran PT.Petro Kimia Gresik wilayah Sumbar, Herry Purnomo menyebutkan, pendistribusian pupuk bersubsidi untuk Mentawai langsung diawasi ketat pengirimannya sampai ke gudang pengecer yang telah dibentuk oleh Pemkab Mentawai.

“Perihal pengiriman ini kita awasi langsung untuk mempertahankan HET ( Harga Eceran Tertinggi) serta mengantisipasi penyelewengan pupuk bersubsidi yang marak akhir-akhir ini. Sehingga, pengiriman perdana ke Mentawai tersebut tepat sasaran,” terangnya.

Menurutnya, pendistribusian pupuk bersubsidi ini pertama kali untuk kelompok tani di Kepulauan Mentawai dan juga baru dua pulau yang sudah memenuhi persyaratan. Pupuk bersubsidi yang didistribusikan perdana tersebut terdiri dari ZA seberat 50 ton, SP-36 75 ton, organik 100 ton serta Phonska sebanyak 150 ton.

Herry Purnomo menambahkan, setiap tahun akan diberikan pupuk subsidi ke daerah. Namun, sampai saat ini belum bisa distribusikan ke pulau yang lain dikarenakan tidak adanya kelompok tani. Artinya, tidak adanya RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok) yang merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi. (ers)

Berita Terkait

Leave a Reply