
PADANG – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang sambut kedatangan jemaah haji 1444 H/2023 M di Asrama Haji yang berlokasi di Batang Anai, Padang Pariaman.
Penyambutan di Asrama Haji baru ini perdana dilakukan sebagai fungsional asrama haji yang dibangun sejak tahun 2014 lalu itu. Asrama Haji Batang Anai merupakan pengembangan asrama haji yang terletak di Tabing, Kota Padang.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengatakan untuk pertama kalinya penyambutan kepulangan jemaah haji dilakukan di Asrama Haji Padang Pariaman ini.
“Kebijakan tahun ini, untuk pemberangkatan dilaksanakan di Asrama Haji Embarkasi Padang yang belokasi di Tabing Padang. Sementara pemulangan atau debarkasi dipusatkan di Asrama Haji baru yang berlokasi di Batang Anai, Padang Pariaman,” ungkap Helmi, Selasa (18/7).
Menurut Helmi penyambutan jemaah di asrama haji baru ini salahsatu upaya fungsional Asrama Haji, sekaligus memperkenalkan asrama haii ke masyarakat.
“Jarak dari bandara ke Asrama Haji ini cukup dekat, jadi ada efisiensi waktu dalam proses penyelenggaraan ibadah haji di Debarkasi Padang,” kata Kakanwil.
Apalagi lanjut Helmi, jemaah sudah tidak sabar untuk Kembali ke kampung halaman, sehingga waktu yang terpakai cukup efektif, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit dari bandara.
Untuk melayani jemaah haji tahun 1444 H/2023 M Debarkasi Padang lahirkan beberapa inovasi:
- Penggunaan Asrama Haji Batang Anai yang baru sebagai tempat penerimaan pemulangan Jemaah Haji dengan jarak tempuh 10 menit dari Bandara.
- Fast Track pelayanan Jemaah tanpa melalui X-Ray di Bandara dan langsung menaiki bus menuju Asrama Debarkasi Haji.
- Air Zamzam langsung diantarkan ke Kabupaten/ Kota dan didistribusikan kepada keluarga jemaah.
- Lantunan Shalawat Badar, pemberian kalungan bunga dan kepada petugas haji
- Memberikan sertifikat penghargaan kepada petugas kloter, Pemandu Haji Daerah (PHD), Ketua rombongan dan Ketua regu.
Sementara itu Station Manager Garuda Indonesia Padang, Rusdi Saad mengatakan dari pihak garuda juga dilakukan beberapa perubahan layanan. “Sesaat setelah pesawat mendarat kita periksa dulu jemaahnya, adakah yang sakit, suhu nya melewati 37c, atau ada jemaah yang membutuhkan ambulance dan rujukan rumah sakit,” jelasnya.
Hasil pemeriksaan pihak garuda ini kata Rusid, dari data yang sudah ada, pemeriksaan akan dilanjutkan oleh tim KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Padang.
Inivasi selanjutnya, jelas Rusdi proses cap paspor jemaah oleh Imigrasi dibantu tim garuda tanpa harus dilakukan pengecapan orang per orang ke imigrasi di bandara.
“Prosesnya, jemaah yang sudah berada di bus akan dimintai paspornya oleh tim kami untuk dikumpulkan dan secara kolektif diserahkan ke pihak imigrasi untuk di cap stemple,” terangnya. (ris)






