JAKARTA – Pemerintah memulai program vaksinasi Covid-19 tahap tiga untuk mempercepat pemberian perlindungan kepada masyarakat rentan. Provinsi DKI Jakarta menjadi daerah pertama yang mulai melaksanakan vaksinasi tahap ketiga tersebut.
Mengutip laman Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Rabu (19/5/2021), dimulainya vaksinasi tahap ketiga merupakan komitmen pemerintah untuk mempercepat tahapan vaksinasi untuk melindungi masyarakat yang rentan.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi menyampaikan pemberian vaksinasi dilakukan secara bertahap dengan menyusun prioritas.
“Mengapa dilakukan bertahap dan menyusun prioritas? Karena selain mempertimbangkan rekomendasi WHO juga melihat situasi dan kondisi di negara kita,” sebut Nadia.
Nadia menjelaskan, pertimbangan utama dalam menetapkan kelompok sasaran vaksinasi pada prinsipnya adalah berdasarkan ketersediaan vaksin. Kedatangan vaksin yang bertahap menjadikan pemerintah menentukan prioritas sejak Januari 2021 saat pelaksanaan tahap pertama hingga sekarang memasuki tahapan ketiga.
“Saat memasuki vaksinasi tahap ketiga untuk masyarakat umum, tentunya ada beberapa kriteria yang diperhatikan. Pertama yang mendapatkan vaksinasi nantinya adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, artinya yang tinggal di daerah dengan angka kejadian Covid-19 yang tinggi atau zona merah,” terangnya.
Selain dilihat dari aspek geospasial, kriteria masyarakat rentan yang mendapatkan vaksinasi juga dipertimbangkan dari segi sosial ekonomi lemah dan masyarakat kurang beruntung, serta kelompok marginal Ibu Kota.
“Termasuk penyandang disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa. Inilah masyarakat yang paling rentan yang didahulukan,” lanjutnya.
Salah satu daerah yang saat ini sudah dilaksanakan vaksinasi tahap ketiga adalah di Provinsi DKI Jakarta. Menurut Nadia, hal itu didasari kasus Covid-19 di Jakarta cenderung meningkat dan masyarakat Jakarta secara status sosial dan ekonomi sangat beragam.
“DKI Jakarta sudah memulai dan sebenarnya pilot project untuk tahap tiga, yang selanjutnya akan dilaksanakan secara nasional,” jelas Nadia.
Untuk jenis vaksin pada tahap ketiga, kata Nadia, pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak pilih-pilih merek vaksin tertentu. Karena semua vaksin itu sama baiknya. “Artinya vaksin yang lolos uji klinik tahap ketiga dan masuk daftar WHO, tentunya kualitas keamanan dan manfaatnya sama,” tegasnya.
Hingga Selasa (18/5), Indonesia telah menyuntikkan 23,1 juta dosis vaksin untuk sasaran vaksinasi tahap satu dan tahap dua. Dengan dimulainya vaksinasi tahap tiga, diharapkan terjadi percepatan untuk cakupan herd immunity bagi 181,5 juta rakyat Indonesia. (Febry)






