Perbankan Syariah di Sumbar Bukukan Total Aset Rp14,84 Triliun, Tumbuh 13,30 Persen
  • Home
  • Berita
  • Perbankan Syariah di Sumbar Bukukan Total Aset Rp14,84 Triliun, Tumbuh 13,30 Persen

Perbankan Syariah di Sumbar Bukukan Total Aset Rp14,84 Triliun, Tumbuh 13,30 Persen

BPR dan BPRs

PADANG- Kinerja perbankan syariah di Sumatera Barat dinilai Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan kinerja positif sepanjang triwulan pertama tahun 2026. Dengan membukukan total aset Rp14,84 triliun, perbankan syariah tercatat tumbuh 13,30 persen secara tahunan (year on year/ yoy).

Kepala Perwakilan OJK Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra menjelaskan, pada posisi periode Maret tahun 2025, total aset perbankan syariah baru mencapai Rp13,098 triliun.

“Perbankan syariah pada posisi Maret 2026 memiliki total aset sebesar Rp14,84 triliun, atau tumbuh sebesar 13,30 persen (yoy),” kata Roni, Jumat (22/5/2026).

Selanjutnya pada sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), Roni menyebut perbankan syariah juga menunjukkan kinerja positif. Total penghimpunan DPK hingga Maret 2026 tercatat sebesar Rp11,27 triliun atau tumbuh 3,04 persen (yoy).

“Sementara itu dari sisi penyaluran pembiayaan, perbankan syariah di Sumatera Barat telah menyalurkan kredit mencapai Rp12,71 triliun atau tumbuh 14,68 persen (yoy),” terangnya.

Kredit pembiayaan tersebut menurut Roni antara lain disalurkan untuk sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar Rp3,097 triliun atau tumbuh 0,42 triliun dibanding periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp3,084 triliun.

Untuk kredit non-UMKM telah tersalurkan sebesar Rp9,616 triliun. Tumbuh sebesar 20,18 persen (yoy) dibanding posisi yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,001 triliun.

“Risiko pembiayaan perbankan syariah masih terjaga dengan Non-Performing Financing (NPF) 1,75 persen (yoy), meskipun sedikit meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 1,49 persen (yoy),” lanjutnya.

BPR dan BPRS Turut Bertumbuh dengan Baik

Sementara itu, Roni juga menjelaskan mengenai kondisi Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR dan BPRS) di Sumatera Barat. Menurutnya, BPR dan BPRS juga turut bertumbuh baik, dengan total aset pada periode Maret 2026 mencapai Rp2,93 triliun atau tumbuh 7,17 persen (yoy) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,736 triliun.

Ia menerangkan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) BPR dan BPRS di Sumatera Barat pada posisi Maret 2026 mencapai Rp2,11 triliun, tumbuh 7,20 persen (yoy) dibanding periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp1,966 triliun.

“Penyaluran kredit BPR dan BPRS mencapai Rp2,26 triliun atau tumbuh 1,44 persen (yoy), dengan 70,99 persen di antaranya merupakan kredit pemviayaan sektor UMKM,” tandasnya. F

Berita Terkait

Leave a Reply