PADANG – Pertumbuhan aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan kualitas kredit perbankan di Sumatera Barat pada triwulan ketiga tahun 2015 ini mengalami penurunan. Namun, dari sisi pertumbuhan kredit terlihat masih realtif baik.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat Puji Atmoko melalui siaran pers, Senin (30/11) menyampaikan hal itu. Menurutnya, penurunan kualitas kredit perbankan mempengaruhi lambatnya pertumbuhan aset bank umum.
“Dari sisi perbankan, pertumbuhan aset, DPK dan kualitas kredit triwulan ini menurun namun dari sisi pertumbuhan kredit masih relatif baik,” kata Puji.
Meningkatnya realisasi belanja pemerintah dan adanya penarikan sejumlah deposito perusahaan menurut Puji berdampak kepada menurunnya DPK.
Lebih jauh, Puji menjelaskan, pertumbuhan kredit yang tinggi terjadi pada beberapa sektor korporasi seperti sektor industri pengolahan dan sektor pertanian. Namun, kinerja kredit pada sektor lainnya yaitu industri perdagangan cenderung melambat.
“Kondisi tersebut terjadi sebagai dampak penurunan kinerja ekspor dan pelemahan daya beli masyarakat akibat masih berlanjutnya perlambatan ekonomi,” ujarnya.
Fungsi intermediasi bank umum di Sumatera Barat masih terus membaik dan tetap berada pada level yang tinggi. Hal ini kata Puji tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 139,4 persen pada triwulan III 2015.
Sementara itu, peningkatan kredit yang terjadi belum disertai dengan membaiknya kualitas penyaluran kredit. Rasio Non Performing Loans (NPL) kredit sedikit meningkat dari 3,0 persen pada trwiulan II 2015 menjadi 3,1 persen pada triwulan III 2015.
“Peningkatan NPL yang lebih tinggi terjadi pada kredit UMKM yang naik dari 6,2 persen pada triwulan II 2015 menjadi 6,7 persen pada triwulan III 2015 dimana NPL untuk kredit mikro 3,0 persen, kredit kecil 6,5 persen dan kredit menengah 9,1 persen,” tutupnya. (feb/*)






