Penjualan Tiket KA Pariaman Ekspres Melonjak Tajam di Libur Nataru
  • Home
  • Berita
  • Penjualan Tiket KA Pariaman Ekspres Melonjak Tajam di Libur Nataru

Penjualan Tiket KA Pariaman Ekspres Melonjak Tajam di Libur Nataru

KA Pariaman Ekspres

PADANG- PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional (Divre) Sumatera Barat mencatat lonjakan tajam pada permintaan tiket Kereta Api (KA) Pariaman Ekspres selama masa liburan natal dan tahun baru. Pada periode 18 sampai 25 Desember 2025, volume penumpang mencapai 39.874 orang atau 118 persen dari kapasitas kursi tersedia yaitu 33.920 tempat duduk.

Kepala Humas PT KAI Divre Sumatera Barat Reza Shahab menjelaskan, meningkatnya permintaan tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api. Untuk melayani permintaantersebut, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan sebanyak 10 perjalanan KA Pariaman Ekspres relasi Paulima-Naras.

“Animo masyarakat untuk bepergian menggunakan kereta api dalam momen Nataru ini sangat tinggi terutama yang menggunakan moda transportasi KA Pariaman Ekspres untuk berwisata ke kota Pariaman,” kata Reza, Jumat (26/12/2025).

Kereta Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras melayani rute Padang-Pariaman memakan waktu tempuh sekitar 1,5 jam menuju pusat wisata Pantai Gandoriah. Dengan harga tiket yang terjangkau, kereta api menjadi solusi bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan hemat namun tetap nyaman.

“Volume penumpang KA Pariaman Ekspres dari tanggal 18 hingga 25 Desember 2025 mencapai 39.874 penumpang atau 118 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan yakni sebanyak 33.920 tempat duduk” jelas Reza.

Penjualan tiket tertinggi selama periode tersebut menurut Reza terjadi pada Kamis 25 Desember 2025. Pada hari itu PT KAI Divre II Sumbar melayani 5.627 pelanggan dalam satu hari atau 171 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan yakni sebanyak 4.240 tempat duduk.

“Peningkatan volume ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan publik terhadap layanan kereta api, tetapi juga menunjukkan efektivitas sistem operasional dan perencanaan angkutan masa libur yang telah dilakukan KAI. Seluruh perjalanan KA didukung oleh petugas, optimalisasi rangkaian, dan layanan di stasiun yang semakin ramah pelanggan,” tambahnya.

Tingginya angka perjalanan ini menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi moda transportasi pilihan masyarakat, terutama pada masa liburan panjang. Selain lebih terjangkau, aman dan nyaman, kereta api juga memberikan fleksibilitas waktu serta kemudahan akses ke berbagai destinasi wisata unggulan di Provinsi Sumatera Barat.

Dengan keandalan jadwal keberangkatan dan kedatangan, KAI memastikan bahwa setiap pelanggan dapat menikmati perjalanan yang aman, tertib, dan menyenangkan.

Reza mengimbau agar seluruh penumpang kereta api tidak mengenakan perhiasan mencolok selama perjalanan, khususnya pada masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Imbauan itu disampaikan sebagai langkah pencegahan guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang.

“Meskipun area stasiun dan rangkaian kereta telah dilengkapi sistem pengamanan serta diawasi petugas, kewaspadaan pribadi penumpang tetap diperlukan, terutama dalam menjaga barang berharga. Kami mengimbau penumpang untuk tidak menggunakan perhiasan mencolok maupun membawa barang berharga secara berlebihan selama perjalanan,” imbaunya.

Pada masa libur panjang, KAI juga mengingatkan pelanggan agar lebih teliti terhadap barang bawaan, terutama saat akan turun dari kereta. Penumpang diminta memastikan seluruh barang pribadi tidak tertinggal di tempat duduk maupun bagasi.

“Apabila terjadi kehilangan, pelanggan dapat segera melapor kepada kondektur, petugas Polsuska, atau menghubungi Contact Center KAI 121 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Hingga Jumat (26/12/2025) pukul 12.00 WIB, KAI Divre II Sumbar telah memberangkatkan 57.031 penumpang selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Dari jumlah tersebut, penumpang terbanyak adalah KA Pariaman Ekspres dengan total pemesanan tiket mencapai 48.502 penumpang. Angka itu masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang masih berlangsung. Penjualan tiket kereta api dilakukan secara bertahap sesuai ketentuan, yakni mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan. F

Berita Terkait

Leave a Reply