PASBAR– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus melakukan pengawasan terhadap penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Selain itu juga memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat untuk mendukung kebutuhan sehari-hari, termasuk selama momentum Hari Raya Iduladha terpenuhi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw menyampaikan hal tersebut. Hal itu berkaitan dengan informasi yang beredar mengenai dugaan penyalahgunaan BBM subsidi di wilayah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.
“Pertamina menyampaikan bahwa penyaluran BBM subsidi di SPBU dilakukan melalui mekanisme pengawasan yang terintegrasi, antara lain melalui verifikasi QR Code dan pencocokan dengan nomor polisi kendaraan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Fahrougi, Jumat (29/5/2026).
Selain itu, lanjutnya, seluruh SPBU telah terintegrasi dengan sistem digitalisasi dan CCTV online. Hal tersebut memungkinkan proses monitoring transaksi dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pengawasan penyaluran BBM subsidi.
Dia menegaskan, Pertamina tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran maupun penyalahgunaan dalam penyaluran BBM subsidi. Apabila ditemukan ketidaksesuaian prosedur pengisian di SPBU, operator yang terlibat akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pertamina juga akan memberikan sanksi berjenjang kepada SPBU, mulai dari surat peringatan hingga sanksi lainnya sesuai ketentuan kontrak dan hasil evaluasi yang dilakukan,” ujarnya.
Dalam hal pasokan energi, Pertamina memastikan penyaluran BBM maupun LPG di wilayah Kabupaten Pasaman Barat berada dalam kondisi aman dan tidak mengalami kendala distribusi. Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat selama Hari Raya Iduladha, Pertamina telah menyalurkan tambahan fakultatif LPG 3 Kg sebesar 100 persen dari alokasi harian di wilayah Pasaman Barat.
Dengan tambahan pasokan tersebut, kondisi penyaluran LPG 3 Kg di Pasaman Barat secara umum terpantau kondusif dan kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi. Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai HET yang ditetapkan pemerintah serta pasokan yang lebih terjamin.
Pertamina mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengawasi distribusi energi. Apabila menemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi maupun kendala penyaluran LPG di lapangan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pertamina Call Center 135 agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. */F







