SAWAHLUNTO – Jumlah penduduk miskin di Kota Sawahlunto pada tahun 2020 menurun sampai ke 2,16 persen. Indeks kedalaman kemiskinan juga turun sampai ke 0,07. Kemudian untuk indeks keparahan kemiskinan yakni 0,00.
Koordinator Fungsi Statistsik Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sawahlunto, Des Evaria memaparkan hal tersebut, Selasa (9/2/2021). Tahun 2019, penduduk miskin di Kota Sawahlunto sebanyak 2,17 persen.
“Meski angka persentase turun sedikit, tetapi ada perubahan mendasar dari tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan,” katanya.
Evaria menyebutkan, indeks kedalaman kemiskinan di Sawahlunto sejak 3 tahun terakhir makin membaik. Tahun 2018 indeks kedalaman kemiskinan 0,27, tahun 2019 menjadi 0,23 dan tahun 2020 lebih membaik 0,07. Indeks keparahan kemiskinan pun di dalam rentang tahun sama juga makin membaik.
Dia memaparkan, indeks keparahan kemiskinan di Kota tahun 2018 adalah 0,07. Tahun 2019 membaik menjadi 0,05 dan di tahun 2020 semakin membaik 0,00.
Dia menyampaikan analisis, indeks kedalaman kemiskinan di Sawahlunto, pengeluaran penduduk miskin dari garis kemiskinan tidak berbeda. Begitu pula terhadap indeks keparahan kemiskinan, di 2020 tidak ditemukan indeks keparahan kemiskinan.
Lebih jauh dia menyebutkan, konsep yang digunakan BPS dalam mengukur kemiskinan adalah kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan di sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang di ukur dari sisi pengeluaran.
“Jadi, penduduk yang rata-rata pengeluaran perkapita per bulan di bawah garis kemiskinan adalah penduduk miskin,” ujarnya.
Dia menambahkan, kedalaman kemiskinan dengan indeks 0,07, melalui program yang terarah dan tepat sasaran akan sangat berperan dalam mengentaskan kemiskinan.
Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto Deri Asta menyampaikan, menurunnya angka kemiskinan di Kota Sawahlunto menjadi indikator bahw berbagai program penanggulangan kemiskinan yang digerakkan Pemko selama ini berjalan baik dan hasilnya terlihat nyata.
“Data penduduk miskin yang dikeluarkan BPS merupakan salah satu ukuran terhadap kinerja Pemko Sawahlunto dalam menggerakkan berbagai program penanggulangan kemiskinan,” kata Deri.
Meskipun jumlah penduduk miskin sudah menurun, Deri mengingatkan agar seluruh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) tetap memprioritaskan program untuk peningkatan perekonomian masyarakat.
Dia berharap, keberhasilan dalam pengentasan kemiskinan itu menjadi motivasi untuk meningkatkan program yang sudah dijalankan. Sehingga jumlah penduduk miskin semakin berkurang.
Jumlah penduduk Kota Sawahlunto berdasarkan data BPS tahun 2019 adalah sebanyak 62.524 jiwa. Jumlah penduduk miskin tahun 2019 1.350 jiwa atau 2,17 persen. Turun dari tahun 2018 yang berjumlah 1.480 jiwa.
Sementara, berdasarkan Sensus Penduduk (SP) tahun 2020, jumlah penduduk Kota Sawahlunto adalah 65.138 jiwa atau naik sebanyak 3.414 jiwa dibanding tahun 2019. Terdiri dari penduduk laki-laki 32.767 jiwa dan perempuan 32.371 jiwa. Dengan persentase 2,16 persen maka jumlah penduduk miskin adalah sebanyak 1.404 jiwa. (Tumpak)






