
MENTAWAI – Pencarian salah satu Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Sinar Terang asal Sibolga Sumatera Utara, Ridwan Hutagalung (36) yang jatuh di perairan Mentawai resmi dihentikan. Koordinator Pos SAR Mentawai, Hendri kepada padangmedia.com, Minggu (2/10) mengatakan, pencarian terhadap korban dihentikan karena sudah dilaksanakan selama tujuh hari dan tidak ada tanda-tanda akan ditemukan.
“Walaupun operasi SAR ini ditutup, kita telah meminta bantuan kepada Camat Sipora Selatan dan kapal-kapal nelayan yang melintasi perairan Mentawai bila menemukan korban segera melaporkan kepada kami,” kata Hendri.
Selain itu, ia mengharapkan koordinasi antar intansi yang menyangkut kemanusiaan perlu dipererat supaya pekerjaan yang dilakukan tidak berdampak kekecewaan. Selama ini, kapal-kapal yang berlayar ke perairan Mentawai, baik yang masuk maupun yang berangkat kembali meninggalkan Mentawai hanya melapor kepada beberapa pihak saja. Sementara pihak Pos SAR Mentawai diabaikan.
“Selayaknya setiap kapal nelayan yang masuk ke Mentawai harus ada koordinasi. Pasalnya, nanti ketika ada musibah, yang menjadi tumpuan ada pada Pos SAR Mentawai. Seharusnya kapal -kapal nelayan yang melapor itu diberikan pelayanan juga dalam bidang penyelamatan,” ujarnya dalam pertemuan yang dihadiri Sekda Kepulauan Mentawai, Syaiful Jannah, Kasat Pol Airud, Intel Kodim Mentawai, Komandan Pos AL, Kalaksa BPBD Mentawai, dan pihak keluarga korban. (ers)






