PAINAN- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah memulai tahapan pekerjaan penanganan Batang Bayang, Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Tahun ini, dialokasikan dana sebesar Rp4,7 miliar lebih untuk pekerjaan normalisasi sungai yang bermuara di pantai barat Sumatera tersebut.
Penanganan Batang Bayang sangat penting karena memiliki multiply effect. Disamping untuk mengamankan tebing sungai dari gerusan air, menjaga pasokan air untuk lahan pertanian, juga menyelamatkan ribuan hektar lahan pertanian masyarakat serta permukiman.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Guspardi Gaus bersama rombongan Komisi IV meninjau proyek normalisasi sungai tersebut, Jumat (9/10). Menurut Guspardi, dampak dari pekerjaan penanganan sungai itu sangat luas.
” Proyek ini sangat penting karena memberikan multiply effect kepada masyarakat. Bukan sekedar pengamanan tebing tetapi juga untuk menjaga ketersediaan pasokan air untuk lahan pertanian serta menyelamatkan lahan pertanian dan permukiman dari ancaman banjir,” katanya.
Guspardi menegaskan, DPRD sangat berkomitmen mewujudkan program pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Melihat kondisi Batang Bayang saat ini, DPRD akan berusaha semaksim mungkin agar proyek pengamanan dan normalisasi dapat berkelanjutan.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat Rafdinal menambahkan, proyek normalisasi Batang Bayang sangat perlu dilanjutkan. Komisi IV akan berusaha memperjuangkan anggaran untuk kelanjutan proyek tersebut sampai selesai.
” Menyikapi penyampaian aspirasi dari masyarakat dan peninjauan langsung ke lokasi, proyek ini sangat perlu dilanjutkan,” katanya.
Menyoal kualitas pekerjaan, anggota Komisi IV Yulfitni Jasiran menilai sudah cukup baik. Namun ia menyarankan agar dalam perencanaan dapat lebih memperhitungkan lagi kemungkinan resiko yang akan muncul. Diantara sarannya, untuk pembetonan panjang seperti itu, hendaknya dibagi per bidang bukan langsung dibeton panjang.
” Ini untuk mengurangi resiko keretakan atau pecah karena pengaruh pemuaian atau menghindari kerusakan besar jika terjadi bencana banjir,” sarannya.
Ia meminta dinas terkait untuk membuat perencanaan pekerjaan yang lebih baik dan melakukan pengawasan terhadap pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor dengan baik pula. Kepada masyarakat ia berharap untuk bersama-sama mendukung dan mengawasi pekerjaan proyek agar berjalan dengan baik dan berkualitas.
Sementara itu, Kuasa Pengguna Anggaran Dinas PSDA Provinsi Sumatera Barat Sarbaini menjelaskan proyek yang sedang berjalan saat ini sudah mencapai progres 90 persen. Namun dari total alur sungai yang perlu dinormalisasi, pekerjaan saar ini baru bisa menangani sekitar 600 meter.
” Melihat kondisi sungai, sedikitnya 16 km perlu dinormalisasi atau dibangun pengaman tebing. Tahun ini baru bisa dikerjakan sekitar 600 meter. Kalau ditotal, butuh dana sekitar Rp95 miliar untuk normalisasi dan pengamanan tebing Batang Bayang,” terangnya.
Mengingat ketersediaan dana APBD yang terbatas, pekerjaan itu menurut Sarbaini akan dilakukan secara bertahap. Ia berharap DPRD dapat memperjuangkan anggaran untuk kelanjutan proyek tersebut sehingga pihaknya bisa meneruskannya.
Dalam peninjauan proyek normalisasi yang berlokasi si Nagari Lubuk Aur itu, hadir anggota komisi IV antara lain sekretaris komisi Syaiful Ardi, Suwirpen Suib, Syafril Ilyas, Endarmy dan Prof. Erman Mawardi. Hadir juga anggota DPRD Provinsi Daerah Pemilihan VIII Risnaldi dan Iswandi Latif. (feb)






