
PADANGPANJANG – Pemko Padangpanjang mengadakan upacara bendera peringatan Hari Sumpah Pemuda bersamaan dengan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), Senin (30/10). Upacara diikuti seluruh pelajar tingkat SLTP dan SLTA, para ASN serta unsur TNI/ POLRI dengan inspektur upacara Walikota Padangpanjang, Hendri Arnis.
Hadir juga Wakil Walikota Padangpanjang Mawardi, Ketua DPRD Kota Padangpanjang Novi Hendri, Kapolres Padangpanjang AKBP Cepi Noval, SIK, Dandim 0307/ Tanah Datar, Letkol. Inf. Nandang Dimyati, Kemenag Kota Padangpanjang Gusman piliang, Kepala Pengadilan Negeri, Kepala Pengadilan Agama, Kepala Kejaksaan Negeri, Plt Sekda Indra Gusnady, Kepala Dinas, Staf Ahli, para Asisten dan undangan lainnya.
Hendri Arnis saat membacakan amanat dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi menyampaikan, agar para pemuda di zaman sekarang dapat meneladani para pemuda di zaman perjuangan yang mempunyai prinsip berani bersatu. “Sudah seharusnya kita meneladani langah-langkah dan keberanian mereka hingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsanya,” katanya.
Menurutnya, jika dibandingkan dengan era sekarang, kita memiliki sejumlah kemudahan dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Namun, justru sering terjadi perselisihan yang mudah saja memvonis seseorang, mudah sekali berpecah-belah, saling mengutuk satu dengan yang lainnya.
“Sebetulnya tidak ada ruang untuk salah paham. Apalagi membenci karena semua hal dapat kita konfirmasi dan kita klarifikasi dalam hitungan detik,” sambungnya.
Terkait dengan Hari Anti Narkoba, Hendri Arnis menyampaikan, diperkirakan sebanyak 40 hingga 50 orang meninggal setiap harinya akibat mengkonsumsi narkoba. Sementara, kerugian ekonomi mencapai 72 triliun rupiah setiap tahunnya. Hal tersebut sangat mengkhawatirkan dan membawa kerugian yang luar biasa terhadap Bangsa Indonesia, termasuk di Kota Padangpanjang.
“Tentunya kita tidak ingin generasi penerus, anak sekolah, remaja dan pemuda menjadi korban narkoba, Peringatan Hari Anti Narkoba Tahun 2017 harus menjadi momentum untuk memerangi narkoba secara bersama-sama. Kita harus peduli pada lingkungan tetangga ataupun warga baru, jika kita melihat hal hal yang mencurigakan,” katanya.
Di akhir acara, pemerintah secara bersama-sama melaksanakan pemusnahan Narkotika golongan 1 jenis ganja sebanyak 15 paket yang berhasil disita oleh kepolisian setempat. Para pelajar diberi kesempatan untuk melihat jenis narkoba tesebut agar mengetahui dan berhati-hati di kemudian hari.
Kemudian, turut dilaksanakan sejumlah penandatanganan MoU antara pemerintah dan Polri tentang pemberian pelatihan terhadap siswa tingkat SLTA. Juga MoU pemerintah dengan BPJS tentang pemberian jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Padangpanjang. (ris/r)






