
PADANGPANJANG-Pemko Padangpanjang akhirnya meliburkan kegiatan PBM di semua tingkatan sekolah di Kota Padangpanjang karena memburuknya kualitas udara pada Kamis, 23/10 kemaren dengan konsentrasi PM10
636ug/m3, Pengumuman meliburkan sekolah tersebut disampaikan Kamis sore setelah rapat yang dilakukan terkait hasil uji kualitas udara yang di lakukan BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global GAW Koto Tabang di halaman Balaikota Kamis Pagi.
Wakil Walikota Padangpanjang Mawardi yang dikonfirmasi membenarkan kebijakan meliburkan kegiatan sekolah hingga Senin, 26/10 karena kualitas udara Kota Padangpanjang dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) beberapa hari terakhir berada pada level berbahaya.
“Beberapa hari ini kualitas udara dengan ISPU pada level berbahaya, untuk itu diputuskan untuk meliburkan kegiatan sekolah selama dua hari kedepan, pemberitahuannya sudah kami sampaikan kesekolah-sekolah,
meskipun demikian kami menghimbau masyarakat supaya memakai masker dan mengurangi kegiatan luar gedung atau di luar rumah,” ungkap Mawardi.
Mawardi menambahkan karena ISPU beberapa hari ini pada level berbahaya, masyarakat juga dihimbau untuk meningkatkan asupan gizi makanan dan cukup minum agar kondisi tubuh tetap terjaga saat beraktifitas.
“Agar kondisi tubuh tetap terjaga kami menghimbau masyarakat untuk meningkatkan asupan gizi dan cukup minum. Disamping itu, diminta untuk menggunakan masker. Berhubung ketersediaan masker sudah sangat minim, sebaiknya masker dibuat/ diupayakan sendiri dari kain kassa atau kain kelambu, paling tidak dengan memakai sapu tangan,” jelas Mawardi.
Sementara itu BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global GAW Kototabang hari ini mencatat dari pukul 10:00 wib Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) berada pada level Tidak Sehat dengan konsentrasi PM10 berbeda
antara 330ug/m3 dan cendrung menurun hingga sore. (isril)






