Pemko Padang Optimis Swasembada Kendati Lahan Terus menyusut
  • Home
  • Berita
  • Pemko Padang Optimis Swasembada Kendati Lahan Terus menyusut

Pemko Padang Optimis Swasembada Kendati Lahan Terus menyusut

tanam padi

PADANG – Tak dapat dipungkiri, lahan pertanian di Kota Padang menyusut setiap tahun dengan berbagai persoalan. Hal ini akan berimbas terhadap turunnya produksi pertanian, khususnya pemenuhan kebutuhan beras. Namun, komitmen Pemerintah Kota Padang melalui program nasional Upaya Khusus (Upsus) percepatan swasembada pangan nasional tahun 2015 bekerja sama dengan semua pihak, termasuk TNI, terus mewujudkan program tersebut hingga mendongkrak hasil.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, Senin (7/12) di Kampung Jambak RT 02 RW 02 Kelurahan Batipuh Panjang Kecamatan Koto Tangah mengatakan, perkembangan produksi padi di Kota Padang empat tahun terakhir mengalami peningkatan. Tahun 2011 produksi padi 74.566 ton, sedangkan tahun 2012 produksi padi 78.699 ton (peningkatan 5 persen). Tahun 2013 produksi padi menjadi 86.584 ton ( peningkatan 10 persen).

“Namun pada tahun 2014 produksi padi meningkat, tetapi persennya menurun menjadi 4,02 persen dan 90.063 ton,”ucap Mahyeldi.

Ia menambahkan, peningkatan produksi padi tersebut disebabkan karena beberapa program dan kegiatan telah diluncurkan oleh pemerintah seperti perbaikan jaringan irigasi tersier, distribusi pupuk, penyuluhan dan pengadaan alat mesin pertanian. Dalam rangka pencapaian target swasembada pangan nasional dalam kurun waktu tiga tahun, TNI AD beserta jajarannya di daerah korem dan kodim telah ikut mengawal kegiatan di lapangan.

Upsus untuk pencapaian swasembada pangan nasional tahun 2017 telah diluncurkan beberapa program. Seperti Pengembangan Optimalisasi Lahan (POL) seluas 2.000 Ha untuk 86 kelompok tani. Rehabilitasi jaringan irigasi 1.320 Ha untuk 17 kelompok tani, dan bantuan alat mesin pertanian seperti hand traktor 25 unit, mesin pompa air 13 unit dan Rice Transplanter (alat tanam) 4 unit.

“Kegiatan perbaikan jaringan irigasi dan POL bertujuan untuk pencapaian targte produksi padi Kota padang tahun 2015 sebesar 86,784 ton dan tahun 2016 sebesar 87.691 ton dan tahun 2017 sebesar 88.609 ton. Target berat bagi pemerintah untuk mewujudkannya, karena banyak persoalan yang harus di selesaikan di sektor pertanian. Persoalan utama, yaitu areal pertanian yang semakin menyusut dikarenakan terjadi alih fungsi lahan pertanian,” kata Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Sumbar, Besli menyebutkan, untuk produksi padi ditargetkan pada 2017 sebanyak 3 juta ton gabah. Untuk mencapai swasembada pangan, perlu dilakukan langkah-langkah.

“Jadi melalui program pemerintah kita telah memberikan bantuan-bantuan sarana produksi berupa bibit, pupuk dan sarana Alsintan serta sarana pasca panen untuk mendukung panen. Harapan kita tentunya, dengan sinergi dan dukungan bersama-sama nantinya, sasaran produksi pada 2017 nanti akan tercapai dengan baik,” katanya.

Danrem 032 Wirabraja, Bakti Agus F di sela kegiatan mengatakan, penanaman padi secara serempak ini, dilaksanakan di seluruh wilayah kabupaten/kota di Sumbar. Dalam hal ini, seluruh Kodim bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota melaksanakannya di berbagai areal kelompok tani.

“Kita menginginkan,  kegiatan tersebut juga  dapat mengejar target panen padi untuk bisa memenuhi kebutuhan pada Januari dan Februari mendatang. Itu yang kita ancang-ancang, sehingga secepat mungkin kita harus menanam dengan serentak. Kalau sekarang kita tanam, diperkirakan pada Februari paling lama kita sudah memiliki stok beras yang cukup,” terang Bakti Agus.

Kemudian, terkait swasembada pangan, Bakti Agus menyebut, upaya ini merupakan program pemerintah pada pencanangan tiga tahun pada 2014 lalu.

“Sehingga pada 2017, kita semuanya sudah swasembada pangan. Tahun ini kita sudah ada kelebihan, namun harus ditingkatkan di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya. (der)

Berita Terkait

Leave a Reply