Pemko Padang Dorong UMKM Sektor Turunan Sawit Segera Bersertifikat Halal
  • Home
  • Berita
  • Pemko Padang Dorong UMKM Sektor Turunan Sawit Segera Bersertifikat Halal

Pemko Padang Dorong UMKM Sektor Turunan Sawit Segera Bersertifikat Halal

Image

PADANG-Pemerintah Kota Padang berupaya meningkatkan daya saing dan berkelanjutan usaha lokal seiring tuntutan global terkait produk halal dan ramah lingkungan. Puluhan pelaku Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UMKM) khususnya sektor pengolah turunan sawit dilibatkan dalam kegiatan Praktek Izin Produk Halal UMKM yang berlangsung di Balai Kota Padang, Selasa (24/6/2025).

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Pemerintah Kota Padang dengan Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Ketua Panitia pelaksana, Hendra Darmawan menjelaskan, kegiatan itu bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis dan praktik langsung kepada pelaku UKM agar dapat mengurus izin halal secara mandiri dan berkelanjutan. Terutama pengusaha yang mengelola produk turunan dari komoditas kelapa sawit, seperti makanan olahan, produk kecantikan, hingga bahan baku industri yang berbasis nabati.

“Melalui kegiatan ini, pelaku usaha akan lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi pasar, baik nasional maupun internasional, karena produk memiliki daya saing global,” katanya.

Ketua Umum GPPI, Delima Hazri Azhari, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi besar GPPI untuk membangun rantai pasok hulu-hilir yang halal. Hal itu karena memang besarnya potensi sektor sawit yang perlu penggarapan optimal.

“Melihat besarnya potensi UKMK sektor sawit, maka perlu digarap lebih optimal dan mengupayakan bersertifikat halal, mengingat banyaknya permintaan global terhadap produk halal,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, Fauzan Ibnovi memaparkan, Pemko Padang berkomitmen mendorong pelaku usaha agar lebih tanggap dan menyesuaikan terhadap perubahan. Dewasa ini transformasi digital dan sertifikasi produk halal sedang mengalami tren meningkat.

“Kami mendorong pelaku usaha agar lebih tanggap terhadap perubahan tren, terutama terkait sertifikasi produk halal,” paparnya.

Dia menyatakan telah memfasilitasi pelaku usaha dengan pelatihan dan pendampingan serta pemasaran produk, termasuk untuk sertifikasi halal dilakukan dengan pendekatan inkubasi. Setiap tahun, pihaknya mendampingi tiga kali periode inkubasi, masing-masing sekitar 750 pelaku usaha dalam setiap periode. Adapun UMKM berbasis turunan komoditas sawit yang lebih banyak pada sektor kuliner akan terus didukung agar berkembang dan menembus pasar yang lebih luas. DU

Berita Terkait

Leave a Reply