
PADANG – Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Drs.H.Muhidi MM mendesak Pemko Padang membuat sistem perencanaan drainase dan juga memperbanyak RTH (Ruang Terbuka Hijau) untuk penyerapan air hujan dalam mengatasi banjir.
“Peristiwa banjir parah yang terjadi belum lama ini harus menjadi evaluasi bagi Pemerintah Kota Padang untuk membuat perencanaan ke depan. Drainase merupakan salah satu penyumbang terjadinya banjir. Semakin kecilnya badan drainase serta banyak yang tersumbat harus jadi perhatian serius pemko melalui dinas terkait,” ujar Muhidi pada padangmedia.com, Kamis (23/6).
Dikatakan, Pemko Padang harus memikirkan sistem perencanaan drainase, mulai dari penampungan air sampai ke lokasi pembuangan. Jaringan drainase primer dan tersier betul-betul terhubung dengan baik, sehingga air lancar mengalir ke muara sungai.
Begitu juga dengan Ruang Taman Hijau yang di manfaatkan sebagai lahan untuk penyerapan air hujan. Salah satu yang bisa dimanfaatkan adalah kawasan Malvinas, Kecamatan Nanggalo yang bisa dijadikan sebagai lahan penyerapan air hujan.
“Hal ini akan kita dibicarakan bersama pemerintah kota,” katanya.
Selain itu, kata Muhidi, developer perumahan harus menyediakan kelebihan tanah sebagai lahan penyerapan air di lokasi yang sedang dikembangkan. Begitu juga warga yang membangun rumah, jangan mencor seluruh pekarangan rumah, tapi harus ada menyisakan tanah untuk tempat menyerap air.
Menurutnya, untuk melaksanakan itu semua memang tidak bisa secepat membalik telapak tangan, tetapi harus dimulai dari sekarang. Apalagi, jumlah perumahan kian lama kian bertambah di Kota Padang. (baim)






