Pemko Gelar HLM TPID, Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Iduladha
  • Home
  • Berita
  •  Pemko Gelar HLM TPID, Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Iduladha

 Pemko Gelar HLM TPID, Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Iduladha

Pasar

PADANG PANJANG – Sebagai langkah memperkuat pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), di Ruang VIP Balaikota, Selasa (26/5).

Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Walikota Allex Saputra dan diikuti unsur TPID serta instansi terkait lainnya. Dalam arahannya, Wawako Allex menegaskan pengendalian inflasi menjadi perhatian penting Pemerintah Daerah, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.

Menurutnya, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok harus terus dijaga agar tidak berdampak pada daya beli masyarakat. “Melalui pertemuan ini kita berharap seluruh pihak dapat terus meningkatkan sinergi dan koordinasi, sehingga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama lintas sektor mulai dari pemerintah, distributor hingga pelaku usaha.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako Rini Salmirawati menjelaskan, dalam HLM tersebut juga dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program TPID sekaligus membahas langkah antisipasi menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Idul Adha.

Disebutkannya, Pemko telah menyusun peta jalan pengendalian inflasi daerah 2025–2027 sesuai Surat Keputusan Walikota. “Strategi pengendalian inflasi daerah dilakukan melalui konsep 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif,” jelasnya.

Rini menyebutkan, dari sejumlah program pengendalian inflasi yang direncanakan, masih terdapat beberapa kegiatan yang belum dapat direalisasikan tahun ini karena menyesuaikan kebijakan keuangan daerah, salah satunya subsidi transportasi untuk membantu ongkos distribusi logistik.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Padang Panjang Abdul Razi menjelaskan, pengukuran yang dilakukan di daerah berupa Indeks Perkembangan Harga (IPH), bukan inflasi daerah secara menyeluruh.

“IPH hanya menghitung 20 komoditas terpilih yang menjadi indikator perkembangan harga,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah komoditas yang dominan mempengaruhi perkembangan harga di Padang Panjang selama 2025–2026 di antaranya cabai merah, daging ayam ras, bawang merah dan pisang.

Usai rapat, kegiatan dilanjutkan dengan pemantauan langsung harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Pusat Padang Panjang guna memastikan stok tetap aman dan harga terkendali menjelang Hari Raya Idul Adha. (de)
i masyarakat Padang Panjang kembali menerima bantuan sapi kurban Presiden. Selain memberi manfaat kepada masyarakat, bantuan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap peternak lokal,” ujarnya.

Sapi kurban untuk Padang Panjang berasal dari peternak lokal, Budi Andrianto, warga Kelurahan Ganting, Kecamatan Padang Panjang Timur. Sapi tersebut memiliki bobot sekitar 960 kg dengan nilai mencapai Rp90 juta.

Pemko berharap bantuan kemasyarakatan Presiden itu dapat mempererat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha. (de)

Berita Terkait

Leave a Reply