
LIMAPULUH KOTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat meminta Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota serius mengelola objek wisata Lembah Harau. Objek wisata yang sudah menjadi salah satu ikon wisata Sumatera Barat ini sangat menjanjikan namun penggarapannya belum optimal.
Dalam peninjauan ke Lembah Harau, Selasa (20/6), Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat melihat pengelolaan yang belum maksimal. Agar optimal, Pemkab setempat harus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi.
“Potensi objek wisata Lembah Harau sangat menjanjikan, namun penggarapannya belum maksimal,” kata Supardi, salah seorang anggota Komisi V dalam kunjungan tersebut.
Pengelolaan yang tidak maksimal, lanjutnya, tentunya berdampak kepada banyak hal, salah satunya adalah pendapatan daerah. Padahal, Lembah Harau sudah menjadi magnet pariwisata Limapuluh Kota sejak lama.
“Jadi, harus ada sinergi antara Pemkab dengan Pemprov agar pengembangan Lembah Harau bisa lebih terarah dan pengelolaan lebih maksimal sehingga mendatangkan pendapatan bagi daerah,” ujarnya.
Supardi menegaskan, saat ini sektor pariwisata menjadi fokus pemerintah provinsi Sumatera Barat. Dengan adanya sinergitas yang baik antara pemkab dan pemprov, tentunya fokus pengembangan pariwisata tersebut akan tercapai secara maksimal.
Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Kepariwisataan Dinas Pariwisata Kabupaten Limapuluh Kota, Nengsih mengakui bahwa sektor pariwisata juga menjadi fokus pemerintah kabupaten Limapuluh Kota. Sejauh ini, pembangunan sejumlah sarana prasarana infrastruktur terus dibenahi. (feb)





