Pemimpin Harus Bisa Jadi Pengayom Masyarakat
  • Home
  • Berita
  • Pemimpin Harus Bisa Jadi Pengayom Masyarakat

Pemimpin Harus Bisa Jadi Pengayom Masyarakat

pekat ib

BANDUNG – Ketua Umum Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB), Markoni Koto, SH meminta seluruh pemimpin Pekat IB harus benar-benar menjadi pengayom masyarakat di level masing-masing. Pemimpin, katanya, harus bisa menjelma menjadi sosok yang ngemong. Bukan sebaliknya menjadi sosok provokatif yang cenderung memasok bahan bakar kebencian kepada bangsa.

“Pada intinya, Pekat IB merupakan organisasi yang bersifat modren, terbuka dan mandiri bertujuan membangun citra kebersamaan dalam kebhinekaan warga negara Indonesia. Sesuai tema yang diusung ‘Menghormati perbedaan mengutamakan kebersamaan’,” katanya saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I tahun 2017 di aula Grand Asrilia Hotel Bandung, Sabtu (15/4).

Kegiatan Rapimnas tersebut diikuti 25 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) beserta DPD se-Indonesia dan dihadiri Penasehat Pekat IB, Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Dr.Drs.H Anton Charliyan.

Dalam Rapimnas tersebut, Markoni Koto mengajak segenap elemen bangsa untuk menjaga negara dari berbagai kemungkinan yang mengancam dan memecah belah. Sikap moderat dan toleransi menjadi kata kunci yang harus terus dipelihara demi menjaga keutuhan bangsa.

Menurutnya, saat ini, bangsa Indonesia sulit bertemu dengan namanya keadilan. Karena, keadilan merupakan sumber utama dari berbagai persoalan yang mencakup bidang ekonomi, hukum dan pendidikan. Keadilan yang hilang telah membuat jurang terlalu lebar antara si miskin dan si kaya. Penegakan hukum yang masih beraroma tebang pilih serta sulitnya akses pendidikan ini menjadi persoalan serius.

Pekat IB, jelas Markonis, perlu mempertemukan antara elemen bangsa untuk mendahulukan dan membahas segala persoalan yang sedang mengancam keutuhan bangsa. Pertemuan ini penting sebagai sarana untuk mencari solusi dan langkah-langkah konkrit dalam menghadapi persoalan kebangsaan.

Dia mengharapkan, Rapimnas dapat menghasilkan rekomendasi eksternal nantinya agar dapat disampaikan kepada pihak-pihak terkait untuk kemajuan bangsa dan negara. Tujuannya hanya satu, yaitu menyelamatkan bangsa dan negara dari kehancuran, tutupnya. (ers)

Berita Terkait

Leave a Reply