SAWAHLUNTO – Para Pembina Pramuka peserta Kursus Mahir Lanjutan dari utusan Pangkalan Gugus Depan (Gudep) SD, SLTP dan SLTA mengikuti test urine yang dilakukan tim medis Badan Narkotika Nasional Kota Sawahlunto. Dari hasil pemeriksaan di sanggar Kegiatan Belajar, Rabu (2/12), hasilnya negatif.
“Alhamdullilah, seluruh pembina peserta KML yang mengikuti test urine dinyatakan negatif. Hal ini menjadi harapan kita agar mereka dapat mensosilisasikan tentang bahaya narkotika kepada peserta didiknya dan di lingkungan masing-masing,” sebut Wakil Ketua Kwarcab Bidang Pembinaan Pramuka Dewasa, Refjhon kepada padangmedia.com usai kegiatan.
Dikatakan, materi tentang bahaya narkotika sengaja diberikan di setiap kegiatan dan kursus Pembina. Hal itu diharapkan agar pembina bisa berperan aktif dalam mengkampanyekan bahaya narkotika. Dalam waktu dekat, Kwarcab Kota Sawahlunto akan melakukan kesepakatan bersama Badan Narkotika Nasional Kota Sawahlunto terkait beberapa program dan kegiatan.
Sebelumnya, Ketua Badan Narkotika nasional Kota Sawahlunto Guspriadi menyatakan, persoalan narkoba di Indonesia sudah sangat kritis dan mengkhawatirkan. Pramuka harus memberikan aksi yang kongkrit dan solutif serta menjadi garda terdepan dalam mengkampanyekan dan bergerak dalam upaya anti narkoba.
“Apalagi, para pelajar dan anak muda, merupakan target terbesar dari penyebaran narkoba di Indonesia. Miris kita melihatnya. Banyak anak-anak kita yang mati overdosis. Kita harus action dan Pembina Pramuka harus terlibat langsung,” kata Guspriadi.
Di Kota Sawahlunto, sebutnya, setelah melakukan beberapa kali razia di tempat hiburan malam sudah terjaring 7 orang yang dinyatakan positif pengguna narkoba. Hal itu tentu menjadi keprihatinan meski sebagian besar di antara mereka bukanlah warga kota ini.
Pria yang pernah menjabat sebagai wakil ketua Kwarcab itu berharap melalui intensitas kegiatan dan latihan kepramukaan yang rutin dan berkesinambungan dapat menjadi salah satu upaya penangkalan bahaya narkoba. (tumpak)






