
PADANG – Paripurna KUA PPAS 2016 yang telah direncanakan, diundur karena komisi-komisi DPRD Padang tengah melakukan pembahasan rencana pembangunan Pasar Inpres III dengan sistem multiyears yang dilaksanakan di lantai II Gedung DPRD Padang bersama Diperidagtamben,Kadis pasar, Dinas PU, Selasa(13/10).
Wakil Ketua DPRD Padang Asrizal berharap 2017, Pasar Raya Padang sudah bagus. ”Selain mendorong percepatan pembangunan pada akhir tahun ini (31 Desember-red), DPRD juga pada tahun anggaran 2016 akan menggelontorkan dana sebesar Rp 80 miliar untuk pembangunan pasar Inpres Blok III, dan pasar Inpres Blok IV Pasar Raya Padang,” katanya.
DPRD Padang sepakat dengan masyarakat dan pemerintah untuk mendukung pembangunan Pasar Inpres III. Pada 2017 akhir permasalahan pasar raya sudah selesai dan pedagang yang ada di luar dapat segera terurai masuk ke dalam pasar.
Wakil Ketua Komisi III Helmi Moesim menyetujui pembangunan secara multiyear sepanjang pengawasan dan kontrol dari anggota DPRD melekat dalam mensukseskan pembangunan itu. Dinas terkait yakni Dinas PU khususnya dinas teknis harus membentuk tim dalam pengawasan, supaya keinginan masyarakat itu tercapai dan pertumbuhan ekonomi meningkat di Kota Padang.
Dikatakan, rencana pembangunan Pasar Inpres III ini dilaksanakan secara multiyears agar tidak terjadi proses tender dua kali yang efeknya akan memakan waktu. Selaku anggota DPRD yang pastinya dalam perjalanan pelaksanaan pembangunan tersebut kalau ada kendala atau halangan tentu kita sepakat akan mencarikan solusinya.
“Kita minta DED pembangunan Pasar Inpres III segera di serahkan ke DPRD,agar representatif dari masyarakat pedagang atau keinginan pedagang dapat kita sampaikan ke SKPD terkait.Untuk diharap Unit Layanan Pengadaan (ULP) harus benar hati-hati menunjuk kontraktor pelaksana dalam pembangunan tersebut,” tutupnya.(baim).






