Pembangunan KEM Pertamina di Sumbar Untuk Kemandirian Masyarakat
  • Home
  • Berita
  • Pembangunan KEM Pertamina di Sumbar Untuk Kemandirian Masyarakat

Pembangunan KEM Pertamina di Sumbar Untuk Kemandirian Masyarakat

VP CSR Pertamina Agus Mashud didampingi Ketua flipMas Minangkabau Ellyza Nurdin saat meresmikan tiga KEM di Nagari Tikalak Kabupaten Solok, Kamis (8/2). (febry)

SOLOK – PT Pertamina (persero) telah menggulirkan dana sebesar Rp1,5 miliar untuk program pengembangan Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) di Sumatera Barat. Selama dua tahun Pertamina telah membangun tiga KEM bekerja sama dengan Forum Layanan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Masyarakat (flipMas) Minangkabau.

Pengembangan KEM tersebut berada di Nagari Katapiang, Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman, Nagari Tikalak Kabupaten Solok dan di Lubuk Gadang Kabupaten Solok Selatan. KEM tersebut sementara ini fokus kepada lima program utama yaitu peternakan, pertanian, perkebunan, kerajinan sulaman dan biogas.

Vice President CSR PT Pertamina Agus Mashud saat peresmian tiga KEM tersebut di Tikalak, Kabupaten Solok, Kamis (8/2) menyebutkan, program tersebut sebagai bentuk tanggungjawab sosial perusahaan atau Coorporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat.

“Tujuan dari program ini adalah dalam rangka menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi sehingga mampu meraih tingkat kesejahteraan yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Melalui program KEM, lanjutnya, masyarakat penerima manfaat tidak sekedar diberi bantuan lalu dilepas begitu saja. Dengan menggandeng flipMas, Pertamina menyasar target “capacity building” masyarakat penerima manfaat.

“Program ini dibuat berkelanjutan, tidak bantuan serta merta lalu dilepas. Ada flipMas yang akan melakukan pembinaan kepada masyarakat penerima manfaat untuk memastikan bahwa mereka telah mampu untuk mandiri,” terangnya.

Agus mengakui, untuk KEM baru menjangkau tiga nagari di tiga daerah di Sumatera Barat. Namun, dia menegaskan komitmen Pertamina untuk terus memberikan perhatian kepada perekonomian masyarakat di Sumatera Barat secara lebih luas lagi berdasarkan potensi yang dimiliki.

KEM Tikalak sementara ini mengembangkan usaha pertanian sekaligus wisata (agro wisata) dengan komoditi pepaya madu dan sirsak. Sedangkan di Kabupaten Padang Pariaman mengembangkan agroindustri dan usaha sulaman di Solok Selatan.

Ketua flipMas Minangkabau Ellyza Nurdin mengungkapkan, membangun kapasitas masyarakat penerima manfaat program KEM dilakukan secara terpadu terarah dan melibatkan banyak pakar dari berbagai disiplin ilmu.

“Sesuai dengan tujuan Pertamina membantu masyarakat, masyarakat penerima manfaat dibina sampai mampu untuk mandiridengan melibatkan banyak pakar dari berbagai disiplin ilmu,” katanya.

Selain itu, untuk hasil produksi masyarakat juga tidak dilepas mencari pemasaran sendiri. Pembinaan dilakukan mulai dari hulu hingga ke hilir.

“Mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pemasaran terus dilakukan pendampingan sampai masyarakat benar-benar mandiri,” tambahnya.

Dari data kelompok penerima manfaat program KEM tersebut terlihat indek keberhasilan cukup memuaskan. Peningkatan dari sisi pendapatan hasil usaha meningkat jauh lebih besar daripada sebelum mengikuti program. Bahkan untuk KEM Tikalak, Solok, dari penghasilan semula hanya RP7 juta saat ini bisa meraih penghasilan RP147 juta per bulan.

Ellyza menegaskan, kunci keberhasilan dari program tersebut adalah kemauan masyarakat untuk menggarap potensi yang dimiliki. Dengan bantuan dari Pertamina melalui KEM, pembinaan terhadap tiga KEM yang dilakukan berjalan cukup lancar. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply