
SAWAHLUNTO – Pelestarian pusaka dalam menciptakan kota yang lebih menarik untuk hidup melalui pelestarian cagar Budaya juga akomodir kebutuhan publik.
Hal ini disampaikan Evert Ferhagen dari lembaga Creative City Belanda, Gerard De Graff dari Smalspoors Museum (Belanda) pada Workshop industrial heritage di Gedung Pusat Kebudayaan kota Sawahlunto, Jumat (23/10).
Ia memaparkan pengalamannya dan sampai memenangkan beberapa penghargaan internasional di bidang Landscape perkotaan atas inisiatif dan usahanya merestorasi berbagai kawasan cagar budaya perkotaan
sehingga bermanfaat untuk kehidupan masa depan.
sehingga bermanfaat untuk kehidupan masa depan.
Atas inisiatif pribadi, sebut Evert memulai proyek restorasi sebuah pabrik gas yang berada di barat kota Amsterdam di tahun 1990-2005. Pabrik tersebut tutup dan merumahkan karyawannya. “Pabrik yang terpolusi tersebut mati cukup lama karena Pemerintah belum bisa menemukan fungsi yang tepat” sebut pria dosen di sebuah Universitas Amsterdam itu
Ia bersama rekan-rekan arstitekturnya merestorasi kawasan pabrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat itu yang menginginkan ruang terbuka hijau.
Untuk kota Sawahlunto, sebutnya kota ini sebaiknya tidak bertumpu pada sektor wisata saja. Alasannya sektor wisata tidak membuat orang memilih hidup di kota ini, tapi hanya singgah untuk beberapa malam dan menghabiskan uangnya sesekali saja.
“Tetapi lebih baik apabila fokus pada projek-proyek yang berdasarkan pada kebutuhan masyarakat banyak sehingga menarik orang-orang untuk hidup di kota ini, misalnya pendidikan yang menarik bagi orang-orang muda untuk datang, “harapnya. (tumpak)






