PADANG – Pelabuhan Muaro Padang yang mendangkal karena sedimen menimbulkan permasalahan guna berlabuhnya kapal – kapal sedang. Namun, permasalahan itu bakal segera teratasi. Menyusul dimulainya pengerukkan pelabuhan tersebut dengan resmi oleh Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, Kamis (23/7).
Menurut Walikota Mahyeldi, dengan dilakukannya pengerukan Pelabuhan Muaro Padang oleh PT Pelindo nantinya akan lebih meningkatkan mobilitas pelabuhan dan kenyamanan kapal – kapal yang berlabuh. Karena pendangkalan Pelabuhan Muaro akibat sedimen dari hulu tersebut selain menyulitkan kapal – kapal niaga berukuran sedang untuk berlabuh, juga membuat kawasan muara Batang Harau terlihat tidak teratur.
“Jika aktifitas pelabuhan Muaro lancar dan banyak kapal – kapal niaga yang berlabuh tentunya akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat sekitar, khususnya sebagian warga Kecamatan Padang Selatan yang bermukim di sana,” kata Mahyeldi.
Untuk itu, tegasnya, Camat dan Lurah setempat diminta untuk membantu kelancaran pengerjaan pengerukkan pelabuhan Muaro. Terutama memberikan arahan terhadap warga agar mendukung pengerjaan tersebut.
Walikota juga optimis, pengerukkan pelabuhan dari gerbang muara hingga Jembatan Siti Nurbaya atau kurang lebih 2,5 km tersebut menjadi motivasi bagi Pemko dan masyarakat untuk kesiapan sebagai tuan rumah Konfrensi Tingkat Tinggi IORA (Indian Ocean Rim Association) di akhir tahun ini.
“Dengan demikian, Kota Padang semakin pantas menjadi gerbang wilayah barat Indonesia,”kata Mahyeldi.
Pengerukan oleh Pelindo ini dilakukan sedalam 3 sampai 4 meter selebar badan sungai dengan menggunakan satu unit kapal pengeruk.(der)







