PADANG – Tak terima nama PEKAT-IB (Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu) dicatut saat aksi mosi tak percaya oleh PAC di DPC Gerindra, Selasa (15/12) lalu. Tidak hanya itu, Pekat IB bahkan dituding ikut memotori aksi delapan PAC Kota Padang saat itu dan pernyataan tersebut juga terbit di beberapa media lokal di Sumbar.
Terkait hal itu, puluhan anggota dan pengurus Pekat IB Sumbar mendatangi kantor sekretariat DPD Partai Gerindra Sumbar di Koto Marapak, Kecamatan Padang Barat, Kamis (17/12) sekitar pukul 16.19 WIB. Kedatangan pengurus Pekat IB itu untuk mendesak pengurus partai tingkat provinsi agar segera mengklarifikasi terkait pencatutan nama organisasi mereka saat unjukrasa di kantor DPD Partai Gerindra.
Rico Adi Utama, Wakil Ketua I Bidang OKK DPW Pekat IB Sumbar dalam pertemuan itu menegaskan, insiden tersebut telah mencoreng nama organisasi mereka. Bahkan, membuat berang pimpinan pusat Pekat IB setelah mendengar hal itu. Untuk itu, mereka meminta DPD Partai Gerindra sesegera mungkin untuk menyampaikan pernyataan permohonan maaf di media massa.
Pekat IB Sumbar dalam persoalan tersebut memberikan tenggat waktu ke DPD Partai Gerindra Sumbar untuk secepatnnya melakukan klarifikasi. Hal itu harus segera ditindaklanjuti oleh pihak DPD Partai Gerindra atas sikap yang dimunculkan oleh kader Gerindra yang menuding nama Pekat IB dan ikut memotori aksi delapan PAC Kota Padang.
“Kami tidak bersentuhan sama sekali terkait demo itu. Walau ketua umum kami berasal dari kader partai Gerindra sendiri,” tegasnya didampingi Rudi Koto, Waka Bidang Hubungan Antar Lembaga bersama pengurus lainnya saat bertemu pengurus DPD Gerindra Sumbar.
Sementara, Sekretaris DPD Gerindra Sumbar, Darmawi menanggapi pernyataan itu mengatakan, kalau dirinya baru mengetahui hal itu terjadi. Sebab, pada saat itu pembicaraan di dalam ruangan dan yang memasuki ruangan itu adalah mereka yang berkompeten, baik yang pro ke DPC Gerindra Sumbar dan yang tidak pro. Akan tetapi, ia akan mencoba profesional mengatasi hal itu.
“Tapi, jika hal itu mencuat jika di luar keorganisasian, kami tidak akan turut campur. Intinya, kami bersama pengurus lainnya akan menelurusuri hal ini, sebab ini terkait dengan nama partai. Jika yang bersangkutan adalah kader dan mengusik organisasi lain, tentu akan menjalani proses sesuai dengan aturan kepartaian,” ujarnya. (baim)







