PE Sumbar Triwulan III 2016 Terendah Lima Tahun Terakhir
  • Home
  • Berita
  • PE Sumbar Triwulan III 2016 Terendah Lima Tahun Terakhir

PE Sumbar Triwulan III 2016 Terendah Lima Tahun Terakhir

Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat Puji Atmoko memaparkan kajian ekonomi keuangan regional (KEKR) dalam pertemuan tahunan BI Sumbar, Selasa (6/12). (febry)
Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat Puji Atmoko memaparkan kajian ekonomi keuangan regional (KEKR) dalam pertemuan tahunan BI Sumbar, Selasa (6/12). (febry)

PADANG – Pertumbuhan ekonomi (PE) Sumatera Barat triwulan III tahun 2016 ini tercatat sebagai yang terendah sejak lima tahun terakhir. Kontraksi konsumsi pemerintah dan penurunan investasi menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat Puji Atmoko dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia, Selasa (6/12). Puji mengungkapkan, perkembangan ekonomi Sumatera Barat cenderung berfluktuasi pada tahun 2016.

“Setelah selama tiga triwulan mencapai pertumbuhan tertinggi di Sumatera sejak akhir 2015, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2016 melambat cukup dalam dan hanya tumbuh sebesar 4,82 persen (year on year/ yoy),” kata Puji dalam pertemuan yang dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno tersebut.

Menurut Puji, kebijakan penghematan ruang fiskal melalui penundaan dana transfer daerah dan belum maksimalnya kontribusi investasi berdampak kepada pelemahan kinerja perekonomian. Sementara dari sisi eksternal, kontraksi ekspor mereda seiring dengan membaiknya harga komoditas dunia.

“Namun permintaan ekspor dari negara mitra dagang masih terbatas seiring dengan belum solidnya perbaikan ekonomi negara-negara tujuan,” lanjutnya.

Di sisi lain, tingginya tingkat konsumsi rumahtangga masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat. Sedangkan dari sisi lapangan usaha, perlambatan terjadi karena kontraksi sektor pertanian disebabkan cuaca ekstrim yang menghambat proses produksi serta penurunan kinerja perdagangan dan industri pengolahan.

Dia menyebutkan, laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat triwulan III tahun 2016 merupakan level terendah dibandingkan historis pertumbuhan triwulan III lima tahun terakhir (sejak 2011 sampai 2015).

Laju inflasi Sumatera Barat tahun 2016 juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015 sehingga berimbas kepada daya beli dan konsumsi masyarakat.

Seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi, kinerja perbankan di Sumatera Barat turut mengalami pelemahan. Berbagai indikator perbankan seperti pertumbuhan aset, kredit serta dana pihak ketiga terus menunjukkan perlambatan.

“Dan ini diiringi dengan meningkatnya risiko kredit yang tercermin dari penurunan kualitas kredit,” lanjutnya.

Meski demikian, Bank Indonesia tetap optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada tahun 2017 akan kembali menguat. Bank Indonesia memproyeksi, PE Sumatera Barat tahun depan akan berada pada kisaran 5,3 – 5,7 persen. Untuk itu, dia mengajak semua pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, dan akademisi, untuk lebih meningkatkan kepekaan terhadap gejolak perekonomian serta melakukan upaya untuk mengantisipasinya. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply