PE Sumbar Diprakirakan Meningkat di Rentang 4,4 Hingga 5,2 Persen
  • Home
  • Berita
  • PE Sumbar Diprakirakan Meningkat di Rentang 4,4 Hingga 5,2 Persen

PE Sumbar Diprakirakan Meningkat di Rentang 4,4 Hingga 5,2 Persen

Image
Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat Endang Kurnia Saputra. (Foto: Febry)

PADANG- Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat Endang Kurnia Saputra mengungkapkan, secara keseluruhan tahun 2023 kinerja ekonomi Sumatera Barat diprakirakan meningkat yang berkisar pada rentang 4,4 hingga 5,2 persen year on year (yoy). Pemulihan ekonomi yang berlangsung seiring dengan permintaan yang masih terjaga mendorong pertumbuhan tersebut.

Hal itu diungkapkan Endang dalam media briefing, Rabu (16/8/2023). Menurutnya, ekonomi Sumatera Barat pada triwulan II tahun 2023 mengalami akselerasi sebesar 5,14 persen (yoy) dari triwulan sebelumnya.

“Hal itu didorong oleh meningkatnya aktivitas perekonomian seiring HKBN Idul Fitri, Idul Adha dan penyelenggaraan event Penas Tani XVI. Kinerja itu tercatat lebih baik dibandingkan Sumatera namun lebih rendah dibandingkan nasional,” kata Endang.

Dia mengungkap, pendorong perekonomian Sumatera Barat pada triwulan II tahun 2023 antara lain peningkatan kunjungan wisata, potensi alam sebagai potensi pariwisata serta pulihnya permintaan domestik dan global. Sementara faktor yang menahan adalah investasi yang dalam tren menurun, daya saing ekonomi yang relatif rendah serta akses pembiayaan rendah dibanding provinsi lain.

Endang menambahkan, perekonomian Sumatera Barat terus tumbuh. Strategi menuju perbaikan ekonomi Sumatera Barat ke depan menurut Endang, antara lain mendorong kinerja investasi, serta menjadikan pariwisata sebagai new source of grouth engine. Strategi lainnya adalah peningkatan inklusivitas ekonomi, penguatan lumbung pangan, sinergi pengendalian inflasi GNPIP serta perluasan digitalisasi keuangan.

Dari sisi pengeluaran, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat triwulan II didorong oleh Lapangan Usaha transportasi dan konstruksi. Sejalan dengan hal itu, sisi pengeluaran juga turut didorong oleh kinerja investasi yang tercatat meningkat.

Sementara itu, inflasi Sumatera Barat juga terus melandai. Secara tahunan, pada Juli 2023 inflasi tercatat sebesar 2,19 persen (yoy), berada di sekitar batas bawah sasaran inflasi yaitu 3+-1 (yoy). Sementara secara bulanan tercatat inlasi 0,48 persen month to month (mtm) seiring dengan peningkatan harga cabai merah, tarif angkutan udara dan biaya sekolah.

Faktor pendorong inflasi Sumatera Barat antara lain potensi gangguan cuaca El-Nino yang moderat, akselerasi mobilitas dan daya beli masyarakat utamanya saat HKBN. Selain itu juga dipengaruhi komponen tarif yang diatur pemerintah seperti angkutan udara, rokok, BBM dan LPG. Sedangkan faktor penahan laju inflasi antara lain produktivitas pertanian yang meningkat, melandainya harga komoditas global serta peningkatan intensivitas program pengendalian inflasi.

Dalam pandangan Bank Indonesia, ungkapnya, perekonomian Sumatera Barat sepanjang tahun 2023 akan terus bertumbuh. Pertumbuhan tersebut didorong oleh antara lain pencabutan PPKM di akhir tahun 2022 dan sektor pariwisata yang semakin meningkat. Selain itu peningkatan konsumsi dan peningkatan permintaan domestik sejalan dengan pemulihan ekonomi serta peningkatan produktivitas pertanian dan perkebunan.

Inflasi Sumatera Barat diprakirakan berada pada rentang inflasi nasional berkat upaya yang masif dan efektif serta sinergi dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang semakin kuat. Potensi gangguan iklim El-Nino moderat serta kenaikan harga pakan ternak unggas merupakan faktor yang mendorong inflasi.

“Kemudian yang ikut mendorong adalah akselerasi mobilitas masyarakat saat HKBN, tarif angkutan udara serta komponen harga yang diatur pemerintah seperti cukai rokok, BBM dan LPG,” tandasnya. F

Berita Terkait

Leave a Reply