Pasokan Terjaga, Tekanan Inflasi Sumbar Diprakirakan Menurun
  • Home
  • Berita
  • Pasokan Terjaga, Tekanan Inflasi Sumbar Diprakirakan Menurun

Pasokan Terjaga, Tekanan Inflasi Sumbar Diprakirakan Menurun

PADANG – Terjaganya pasokan bahan pangan bergejolak seiring musim panen diprakirakan akan membuat tekanan inflasi Sumatera Barat ke depan menurun. Risiko inflasi diprakirakan masih bersumber pada gangguan cuaca.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat Puji Atmoko menyebutkan, berdasarkan informasi Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat, komoditas strategis seperti cabai merah dan bawang merah akan memasuki panen raya pada bulan Desember 2016. Dengan demikian, pasokan akan lebih terjaga.

“Risiko inflasi diprakirakan masih bersumber pada gangguan cuaca, seiring dengan prakiraan cuaca BMKG pada bulan Desember 2016 yang masih menunjukkan curah hujan pada level menengah, baik di wilayah Sumbar maupun di daerah Jawa,” kata Puji melalui siaran pers yang diterima padangmedia, Jumat (2/12) siang.

Pada bulan November, kelompok bahan pangan bergejolak (volatile food) masih memberikan tekanan cukup besar terhadap laju inflasi bulanan (month to month) di Sumatera Barat. Kelompok ini mencatatkan inflasi sebesar 3,90 persen (mtm), melonjak tajam dari bulan Oktober yang hanya 1,38 persen (mtm).

Di sisi yang lain, tekanan inflasi kelompok barang yang diatur pemerintah (administered price) diprakirakan masih akan cukup tinggi. Prakiraan ini seiring dengan rencana penyesuaian tarif listrik yang akan dilakukan secara bertahap dan potensi kenaikan harga tiket pesawat menjelang musim liburan tahun baru 2016.

Pada November, kelompok barang yang diatur pemerintah menyumbangkan inflasi sebesar 0,25 persen (mtm). Meskipun naik, namun masih lebih rendah dibandingkan dengan kondisi bulan Oktober yang mencapai 0,61 persen (mtm).

Sementara itu, tekanan inflasi dari kelompok inti diprakirakan cenderung stabil seiring dengan masih terbatasnya daya beli masyarakat. Bulan November, kelompok inti (core) menyumbangkan inflasi sebesar 0,11 persen.

Seperti diberitakan, inflasi Sumatera Barat pada November 2016 mencapai 1,12 persen (month to month/ mtm). Angka ini jauh diatas inflasi Nasional yang hanya sebesar 0,47 persen (mtm). Secara tahunan (year on year/ yoy) dan tahun berjalan (year to date/ ytd), inflasi Sumatera Barat 6,77 persen (yoy) dan 4,90 persen (ytd). (feb/*)

Berita Terkait

Leave a Reply