
PADANGPANJANG – “M” mantan Wakil Walikota Padangpanjang yang berprofesi sebagai dokter dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil swab dari labor Fakultas Kedokteran Unand Padang keluar dini hari tadi, Selasa (23/6).
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Padangpanjang, pada 15 s/d 19 Juni lalu juga sempat melibatkan “M” sebagai dokter yang menangani Khitanan Massal, yang dilaksanakan di klinik “M” di Kampung Jambak.
Ketua BAZNAS Kota Padanglanjang, Buya Aswir Rasyidin Dt Panjang mengatakan, bahwa Khitanan Massal, di masa Normal Baru dilaksanakan dengan menjalankan protokol kesehatan Covid-19.
“Khitanan massal tidak seperti yang dibayangkan orang dengan kerumunan massa. Namanya saja yang Khitanan Massal namun tidak seperti khitanan massal yang membuat kerumunan,” ungkap Dt Panjang.
Dijelaskannya, khitanan massal merupakan program tahunan Baznas Kota Padanglanjang yang tahun ini dilaksanakan di luar Bulan Ramadhan karena Covid-19. Sebelumnya dilangsungkan di pertengahan bulan Ramadhan.
Setelah Covid -19 Kota Padangpanjang mereda, kegiatan kembali dijalankan lewat kordinasi dengan Pemko Padangpanjang. “dr “M” didampingi dr Narju menangani sekitar 105 anak. Kedua dokter ini menggunakan APD Lengkap,” paparnya.
Dari 105 anak , kurang lebih 20 anak dikhitan setiap harinya, selama lima hari berturut-turut. “Yang 20 orang itu pun kami bagi menjadi 2 tahap. Jam 7:00 WIB -9:00 WIB dan 9:00-11:00,” katanya. Dengan demikian, lanjut Dt Panjang, tidak ada kerumunan massa.
“Anak-anak yang datang diperhatikan protokol kesehatannya seperti mencuci tangan dan menggunakan masker. Semua berjalan dengan baik dan teratur,” bebernya.
Meskipun demikian, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangpanjang, Nuryanuwar menghimbau, masyarakat yang pernah kontak dengan “M”, untuk melapor.
“Bagi masyarakat Kota Padangpanjang dan sekitar, yang merasa kontak dua minggu kebelakang, segera melapor kepada petugas kesehatan. Kalau di Kota Padangpanjang bisa ke Dinas Kesehatan Kota, atau Puskesmas yang ada, sedangkan di Batipuah X Koto, di Puskesmas terdekat. kita berharap kasus ini tidak membuat penularan yang lebih besar” pungkasnya. (de)






