AGAM – Pasca pelaksanaan pemungutan suara Pilkada, Rabu (9/12) kemaren, kondisi Kabupaten Agam tetap kondusif. berdasarkan pantauan dari Padangmedia.com, Kamis (10/12), tampak kegembiraan bagi tim yang jagoannya mendapat suara terbanyak, sementara bagi tim yang kurang beruntung, tampak banyak “tarumuak”.
Berdasarkan pantauan, tim pemenangan kandidat nomor urut 2, Indra Catri-Trinda Farhan, tampak bergembira sekali, namun ada juga tersirat kegundahan, karena jagoan mereka kalah di Agam belahan barat, termasuk di Kecamatan Lubuk Basung.
Tim Pemenangan pasangan calon bupati/wabup nomor urut 1, Irwan Fikri-Chairunas, walaupun kalah, sedikit terhibur. pasalnya jagoan mereka mampu meraih suara terbanyak di kawasan ibu Kota Kabupaten Agam, dan kecamatan sekitarnya.
Kemampuan tim pemenangan nomor urut 1 mendapat pujian dari beberapa pengamat. karena mampu menguasai kawasan ibu Kota kabupaten dan sekitarnya, hal itu tentu bukanlah pekerjaan ringan. Namun mereka mampu membuktikan, kalau mereka mampu.
“Itu sebuah kemampuan yang luar biasa, dan pantas mendapat apresiasi,” ujar pengamat Drs. M. Dt. Marajo, dan D. St. Palimo.
Namun kedua pengamat tersebut menilai, pasangan nomor urut 2 diuntungkan dengan kesadaran politik para pemilih di Agam belahan timur, dan keberadaan H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah, yang begitu populer dengan Program Agam Menyemai. walaupun Irwan Fikri kalah dalam Pilkada 2015, ia merupakan kandidat kuat sebagai Bupati Agam berikutnya.
“Untuk Bupati Agam berikutnya, Irwan Fikri sangat berpeluang. Dengan syarat, ia mempertahankan kemampuan timnya di Agam belahan barat, dan meningkatkan kemampuan tim di Agam belahan timur,” ujar Dt. Marajo.
Yang sangat berkesan bagi kedua pengamat itu, adalah kemampuan warga, dan para pihak terkait di Agam menjaga stabilitas keamanan.
“Agam luar biasa, walau lambang daerahnya harimau, namun warganya tampak mampu mengendalikan emosi, sehingga kondisi daerah tetap kondusif sebelum dan saat berlangsung Pilkada. Ke depan hendaknya kondisi demikian bisa dipertahankan,” ujar mereka berharap. (fajar)







