
AGAM – Pengurus pasar Padang Baru Lubuk Basung, Kabupaten Agam di bawah pimpinan Dt. Saripado terus berupaya membenahi pasar di ibu Kabupaten Agam itu. Sukses membenahi pedagang ikan laut yang berjualan di jalan, kini pengurus berupaya menata pedagang sayur.
Menurut Pangulu Pasa, Dt. Saripado, pihaknya kini sedang mempersiapkan los bekas pedagang ayam potong. Los tersebut selama ini kosong setelah pedagang ayam tidak lagi menempatinya. Los yang sedang dipersiapkan itu berada di bagian timur pasar. Lokasinya cocok untuk pedagang sayur.
“Kami sedang mempersiapkan los tersebut untuk tempat berjualan pedagang sayur. Bila siap ditempati, mereka akan dipindahkan ke sana,” katanya kepada padangmedia.com di Lubuk Basung, Sabtu (14/1).
Menurutnya, tidak ada pedagang pasar yang bandel. Namun, bila ada kebijakan yang bertentangan dengan kemauan mereka, apalagi kebijakan itu merugikan, jangan harap mereka mau mematuhi. Itulah yang terjadi pada pedagang ikan laut yang tidak mau menempati los modern yang dibangun untuk mereka.
Dalam penataan pedagang pasar, Dt. Saripado dan kawan-kawan, menerapkan manajemen kekeluargaan. Sebelum dilakukan penataan, para pedagang diajak baiyo-batido. Dengan demikian, setiap kebijakan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
“Kami berusaha melakukan pembenahan secara bertahap. Usai pembenahan pedagang sayur, kami berencana menata pedagang ikan air tawar dan pedagang lainnya agar mereka dapat berjualan dengan tenang,” ungkapnya.
Menyinggung pemanfaatan los ikan modern yang baru berusia setahun itu, menurutnya akan dikaji lebih lanjut. Saat ini, ada beberapa jenis pedagang yang mungkin bisa mengisinya, antara lain pedagang ikan air tawar. Namun, untuk ditempati pedagang ikan air tawar, perlu dilakukan beberapa perombakan pada los dimaksud. Karena, beberapa item pada los dimaksud tidak cocok untuk pedagang ikan air tawar.
Bagian pintu perlu diperlebar. Tempat menggelar dagangan juga perlu dilakukan perombakan karena dinilai terlalu tinggi.
Selain itu, katanya, drainase dalam pasar juga perlu dirombak karena dinilai terlalu sempit. Saat ini, bila hujan turun berpeluang untuk banjir. Setelah drainase dibenahi, dilanjutkan dengan sosialisasi terhadap pedagang dan pengunjung pasar agar tidak membuang sampah di sembarang tempat, termasuk ke dalam saluran drainase. Bila saluran drainase bermasalah, sulit untuk meningkatkan kebersihan pasar.
“Dukungan pihak pers juga sangat diperlukan, agar Pasar Padang Baru Lubuk Basung menjadi pasar yang layak disebut sebagai pasar kabupaten,” pungkasnya. (fajar)






