JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi pasar modal saat ini. Meskipun kondisi bursa saham Indonesia masih tertekan, fundamental ekonomi Indonesia masih cukup bagus.
Hal itu disampaikan Wimboh melalui siaran pers OJK yang diterima padangmedia.com, Jumat (20/3/2020).
“Untuk kondisi di Pasar Modal, bursa saham Indonesia masih dalam keadaan tertekan akibat sentimen negatif penyebaran virus Corona. Masyarakat tidak perlu khawatir mengingat fundamental ekonomi Indonesia masih bagus,” katanya.
Wimboh menyebutkan, OJK telah menerapkan berbagai instrumen kebijakan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Diantara kebijakan tersebut seperti pelarangan short selling dan pemberlakuan auto rejection serta halt trading.
“OJK juga telah melonggarkan batas waktu penyampaian laporan dan pelaksanaan RUPS bagi pelaku industri pasar modal. Kemudian juga memberikan kemudahan melakukan buy back saham tanpa melakukan RUPS terlebih dahulu,” tandasnya.
IHSG Berhasil Bangkit

Sementara itu, pada akhir sesi perdagangan sore, Jumat (20/3/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit. Dari laman BEI (IDX), terpantau IHSG berhasil masuk ke jalur hijau dengan naik 89 poin ke level 4.194,94 (2,18 persen).
Pada perdagangan pagi sempat turun ke level 3.928,24 dan mulai bergerak naik pada pukul 10.00 Wib. Hingga penutupan sesi pertama pukul 11.30 Wib bertengger di level 4.034,988.
Memasuki sesi perdagangan kedua, pukul 14.00 Wib, IHSG terus bergerak dan masuk zona hijau lima menit kemudian ke level 4.121,226. Pergerakan naik terus berlanjut bahkan mencapai puncak di level 4.232,969 pada pukul 14.50 Wib. Hingga penutupan sesi perdagangan hari terakhir bursa pekan ini, IHSG bertengger di level 4.194,94. (f)






