
PADANGPANJANG – Partisipasi pemilih pada Pilkada 2018 di Kota Padangpanjang meningkat dari sebelumnya. Jika pada Pilkada 2013 lalu partisipasi pemilih hanya 67 persen, maka pada Pilkada 2018 meningkat menjadi 71,33 persen.
Ketua KPU Kota Padangpanjang, Jafri Edi Putra menyampaikan, meskipun meningkat dibanding pilkada 2013, namun partisipasi pemilih pada pilkada tahun ini masih di bawah target nasional, yakni sebesar 77,5 persen.
Jafri berharap, untuk pemilihan calon legislatif tahun 2019 mendatang, partisipasi pemilih di Kota Padangpanjang dapat meningkat dan memenuhi target nasional.
“Kita akan berusaha semaksimal mungkin, untuk tahun 2019 mendatang partisipasi pemilih dapat meningkat, karena satu suara sangat menentukan,” kata Jafri saat rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padangpanjang tahun 2018 di aula Hotel Aulia, Kamis (5/7).
Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi resmi KPU Padangpanjang, hasil akhir pemilihan kepala daerah Kota Padangpanjang adalah Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1 dr. Mawardi MKM dan Taufiq Idris, SH memperoleh suara 4.256 atau 16,5%.
Sementara, untuk Paslon nomor urut 2, H. Hendri Arnis, BSBA dan H. Eko Furqani, SE, MM memperoleh suara 9.338 atau 36,3%. Paslon nomor urut 3 Ir. Rafdi M. Syarif dan Ahmad Fadly, S.Psi memperoleh suara 1.940 atau 7,5%. Dan, untuk Paslon nomor urut 4 Fadly Amran, BBA dan Drs. Asrul memperoleh suara tertinggi yakni 10.191 atau 39,6%. (de)






