Panduan Jelajah Roemah Kahoeripan - KPPPB Petakan Pusaka Bogor
  • Home
  • Berita
  • Panduan Jelajah Roemah Kahoeripan – KPPPB Petakan Pusaka Bogor

Panduan Jelajah Roemah Kahoeripan – KPPPB Petakan Pusaka Bogor

BOGOR – Panduan jelajah Kota Pusaka Bogor dan peta panduan jelajah wisata sejarah enam belas kecamatan Kabupaten Bogor jelajah Roemah Kahoeripan dan Komunitas Pelestarian Pusaka Budaya Bogor (KPPBB) sangat membantu petakan Pusaka Bogor.

“Panduan jelajah yang diluncurkan digedung Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W-LPPM IPB) Senin (24/08) lalu ini agar dapat diketahui dan dinikmati oleh masyarakat luas, kemudian dapat menjadi potensi pariwisata,” kata Dewi Djukardi ketua perwakilan Roemah Kahoeripan Roemah Bogor kepada padangmedia.com disela-sela Temu Pusaka Indonesia di Bogor, Sabtu (10/10).

Peluncuran panduan ini, sebutnya dihadiri pula oleh Dewan Kesenian Kota Bogor, Ace Sumanta, Kadis Budpar Kota Bogor, H. Syahlan Rasidi, Arkeolog, Antropolog, dosen,peneliti, Dr. Heriyanto O utomo,MA., Arsitek, ahli tatakota, tokoh pelestarian Kota Semarang, Ir. Widya Wijaya, MPH,MURP yang juga berkarya pada buku ini dan beberapa tokoh lainnya.

Ini sebuah karya yang sudah sangat lama menjadi pemikiran pihaknya untuk membuat peta tentang potensi alam dan budaya yang dimiliki oleh Bogor agar dapat diketahui dan dinikmati oleh masyarakat luas, kemudian dapat menjadi potensi pariwisata.

“Semua ini kami lakukan karena kecintaan dan kepedulian terhadap warisan pusaka budaya indonesia yang sangat beragam dan salah satunya berada dan dimiliki oleh masyarakat Bogor (Kota dan Kabupaten),” jelas Dewi.

Dia mengharapkan peta ini dapat menjadi salah satu pijakan bagi  generasi penerus bangsa untuk mengenal, manjaga mencintai, melindungi dan melestarikan warisan dan kakayaan luhur bangsa Indonesia dalam bingkai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Satu Nusa Satu Bangsa, Bahasa Tanah Air Indonesia.

“Apalagi dimasa sekarang ini arus globalisasi budaya asing sangat deras mangalir dan mengerus budaya bangsa sehingga sudah saatnya perlu dibentengi dan ditangkal dengan mengungkap kembali akan arti pentingya “warisan pusaka budaya” kita,” pungkasnya. (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply