
AGAM – Pemancing mania di Ibu Kota Kabupaten Agam, Lubuk Basung kini sudah bisa menikmati sensasi indahnya memancing bagaikan memancing di laut. Kehadiran Pancing Wisata Batang Antokan Lubuk Mangindo-Garagahan yang berada di kawasan ‘Jembatan’ (perbatasan Lubuk Mangindo, Nagari Lubuk Basung dengan Nagari Garagahan) termasuk yang terfavorit akhir-akhir ini. Air yang jernih dengan kedalaman antara satu hingga tiga meter tersebut saat ini dikelola masyarakat sekitar untuk menyalurkan hobi para pemancing di daerah itu.
Menurut Ibrahim, pengurus Pancing Wisata Lubuk Mangindo-Garagahan, pemancingan di kawasan Pancing Wisata Lubuak Mangindo-Garagahan dibuka setiap hari dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
“Pemancing di sini merasakan sensasi seperti di laut karena ikan yang diperoleh besar dan tarikan ketika strike juga luar biasa karena di sini air mengalir deras,” kata Ibrahim kepada padangmedia.com, Senin (1/5).
Ikan yang ada di sungai itu di antaranya ikan Nila, Lelan, Mujahir, Majalaya, Gariang, Ikan Panjang, lele dan banyak jenis ikan air tawar lainnya. Setiap pemancing hanya dikenakan biaya Rp10 ribu per hari.
Dengan sistem mancing harian, dinilai menguntungkan pemancing karena berapa pun banyaknya ikan yang diperoleh, tidak dikenakan biaya tambahan.
Lokasi wisata pancing tersebut sangat strategis letaknya dan mudah diakses. Hanya berjarak lebih kurang 3 kilometer dari pusat Kota Lubuk Basung. Para pemancing dari daerah lain sudah bisa menikmati indahnya sensasi memancing di pancing wisata Lubuak Mangindo-Garagahan itu.
“Para pemancing disini tidak hanya dari Lubuk Basung saja, tapi juga dari daerah lain, seperti Maninjau, Tiku, Bawan, Batu Basa dan daerah lainnya,” ungkapnya.
Sumber air Batang Antokan tentunya berasal dari Danau Maninjau Kecamatan Tanjung Raya yang mengalir deras hingga ke muara laut Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara.
“Pemancing disini juga bisa menikmati indahnya panorama alam di sekitar tempat pemancingan. Selain itu para pemancing juga dapat bersantai di atas Jembatan sambil menunggu umpan di makan ikan,” ujarnya.
Ibrahim mengatakan, tujuan utama pengelolaan Batang Antokan menjadi lokasi tempat pemancingan untuk menambah uang kas pemuda yang akan digunakan untuk pembangunan kampung, seperti pembangunan masjid dan perbaikan prasarana lainnya serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar tempat pemancingan. (fajar)






