
PAINAN – Warga Pesisir Selatan khususnya Painan, Kecamatan IV Jurai digegerkan dengan penemuan sesosok bayi mungil berjenis kelamin perempuan, Jumat (21/8/2020) pagi.
Bayi perempuan tersebut ditemukan dalam kondisi hidup dan sehat di pinggir jalan dekat jembatan Pincuran Boga arah ke Perumnas Painan Timur. Bayi malang itu ditemukan oleh warga yang sedang berolahraga.
Temuan tersebut beredar semakin luas melalui media sosial. Posting pertama di Fb terpantau melalui akun Tonex’s menyebutkan, bayi perempuan ditemukan di dalam kardus berpakaian bayi lengkap, sekitar pukul 06.00 wib saat warga berolahraga pagi.
Keterangan dari akun lain menyebutkan, bayi ditemukan di dalam kardus, di pinggir jalan di kawasan kaki bukit Kabun Taranak, jalan raya menuju Perumnas Painan Timur. Tidak jauh dari bak penampungan sampah.
Sontak, informasi penemuan bayi itu langsung menyebar dengan cepat. Beberapa akun aplikasi fb memposting ulang poto bayi malang tersebut.
Harmen Sabri, pejabat di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesisir Selatan menyebutkan, bayi mungil tersebut sudah dibawa ke RSUD M Zein Painan.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPrPA) Zulfian Afrianto bersama Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Syofianeri Adnan juga sudah melihat kondisi bayi temuan tersebut.
Menurut Kepala Bidang PPrPA Syofianeri, bayi diperkirakan berusia sekitar lebih kurang 1 minggu.
“Diperkirakan +- 1 minggu,” katanya.
Dia menerangkan, bayi saat ini dalam kondisi sehat, tali pusar bayi belum lepas. Saat ini ditempatkan di fasilitas inkubator rumah sakit.
“Kondisinya Alhamdulillah sehat. Tali pusarnya belum putus dan anak dalam incubator untuk pemanasan/ pemulihan biar stabil,” katanya.
Dia menerangkan, sebagai tindak lanjut, bayi tersebut sementara ini ditangani dinas instansi terkait. Sebab, anak terlantar dilindungi atau dipelihara oleh negara.
“Sampai keadaan anak benar – benar pulih atau sehat, anak perlu pengawasan. Dari sisi dinas, kita sudah pantau kondisi anak. Untuk sisi kesehatan akan ditangani Dinas Kesehatan,” sebutnya.
“Agar pengawasan (kesehatan) anak bisa dilakukan secara intensif, si anak dirawat di RSUD M Zein Painan karena tali pusarnya belum lepas,” tambahnya lagi.
Untuk pihak yang berniat mengadopsi anak tersebut, Syofianeri menyebutkan bisa saja dilakukan. Namun mungkin bisa dilakukan setelah kondisi anak dipastikan benar – benar telah fit kesehatannya.*






