Padangpanjang Waspada DBD

Padangpanjang Waspada DBD

Nyamuk aedes aegypti.
Nyamuk aedes aegypti.

PADANGPANJANG – Perubahan cuaca Kota Padangpanjang ke musim hujan membuat nyamuk penyebab demam berdarah, aedes aegypti berkembang biak. Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk mewaspadai wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terindikasi mulai meningkat di Kota Padangpanjang. Bahkan, satu orang remaja yang masih duduk di bangku SMK Cendana Kota Padangpanjang diduga meninggal dunia karena menderita DBD.

Sebelumnya, siswa SMK Cendana atas nama Ronaldo Santos dibawa keluarga ke RSUD Kota Padangpanjang. Karena kondisinya yang parah hingga muntah darah, warga Kelurahan Kampung Manggis ini di rujuk ke Rumah Sakit M. Jamil Padang untuk penanganan lebih lanjut. Namun, saat menjalani perawatan, pasien ini menghembuskan nafas terakhirnya.

“Kita sudah memasuki musim hujan. Nyamuk pembawa DBD sangat mudah berkembang biak di tempat-tempat yang lembab. Untuk itu, kami menghimbau masyarakat Kota Padangpanjang untuk selalu membersihkan tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi dan mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti,” ungkap Wakil Walikota Padangpanjang, Mawardi ketika dikonfirmasi padangmedia.com di Balaikota, Jumat (18/12).

Meskipun belum menerima laporan jumlah penderita DBD yang di rawat di RSUD Kota Padangpanjang, Mawardi mengakui ada indikasi peningkatan jumlah penderita Demam berdarah di Kota Padangpanjang. Untuk itu, ia mengingatkan instansi terkait agar selalu saling berkoordinasi untuk menanggulangi demam berdarah di Padangpanjang. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Yang paling penting, masyarakat harus selalu menjaga kebersihan di sekitar rumah dan lingkungan untuk memutus mata rantai dan berkembang biaknya nyamuk. Pemko melalui Dinas Kesehatan Kota Padangpanjang, kata Mawardi, juga akan melakukan pengasapan atau fogging di berbagai lokasi sebagai salah satu tindakan pencegahan berkembang biaknya nyamuk pembawa DBD.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Padangpanjang, dr Ardoni membenarkan adanya pasien penderita DBD di RSUD. Namun, ia tidak mengungkap jumlah pasien DBD yang saat ini sedang dirawat, karena data jumlah ada di Dinas Kesehatan Kota Padangpanjang.

“Memang saat ini ada pasien DBD yang  sedang menjalani perawatan di RSUD. Namun untuk jumlahnya ada di Dinas Kesehatan,” ungkap dr Ardoni saat dikonfirmasi di Balaikota tadi siang. (isril)

Berita Terkait

Leave a Reply