PADANG – Kejuaraan Padang City Karate Open 2017 se- Sumatera resmi ditabuh. Kejuaraan itu dilaksanakan dalam rangka memperingati hari jadi kota Padang ke-348 sekaligus ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72.
Kejuaraan tersebut diselenggarakan atas kerjasama Pemerintah Kota Padang dengan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kota Padang dan Indonesia Karate-Do ( INKADO) Sumbar. Kegiatan dilaksanakan di gedung auditorium Universitas Andalas dari tanggal 18 hingga 20 Agustus 2017.
Ketua Pengprov INKADO Sumbar, Wahyu Iramana Putra mengatakan, kegiatan tersebut diadakan juga sebagai persiapan menghadapai kejuaran Padang Karate Internasional Championship Desember mendatang.
“Alhamdulillah, Kejuaran Padang City Karate Open 2017 se- Sumatera diikuti oleh 68 kontingen dengan 829 atlet yang berasal dari seluruh provinsi se-Sumatera dan resmi dibuka oleh Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah. Juga didampingi oleh Forum Kopimda Sumbar dan Padang, Dandim, Danrem, Kapolres serta Direksi PT.Semen Padang,” ujarnya, Sabtu (19/8).
Lebih lanjut dikatakan, kegiatan – kegiatan seperti itu sebagai salah satu bentuk dalam meningkatkan prestasi atlet karate untuk bisa tampil di ajang nasional dan internasional. Event itu sekaligus bisa untuk daya tarik orang luar untuk bertamasya ke Kota Padang.
Sebelumnya, Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah dalam sambutannya di auditorium Universitas Andalas berharap, dengan diadakannya kegiatan itu dapat meningkatkan dan menyalurkan potensi, keahlian dan keterampilan dari generasi muda masa kini.
“Masa depan bangsa berada di tangan generasi muda saat ini. Bangun silaturrahmi, kekompakan dan semangat persatuan dan kesatuan demi kedaulatan NKRI,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Bripka Andi Kurniawan mengatakan, kejuaraan tersebut diikuti oleh 68 kontingen dengan 829 atlet yang berasal dari seluruh provinsi se-Sumatera. “Kegiatan ini diadakan juga sebagai persiapan menghadapai kejuaran karate internasional bulan Desember mendatang,” ujarnya.
Terdapat dua kelas pertandingan, yaitu Kata dan Kumite (Laga) dengan enam kategori mulai dari usia dini (8 – 9 tahun), pra pemula (10 – 11 tahun), pemula (12 – 13 tahun), Kadet (14 – 15 tahun), Junior (16 – 17 tahun), dan Under 21 (18 – 21 tahun). Penilaian ditentukan oleh juri dan wasit dengan sistem diskualifikasi yang dilihat dari jurus, keindahan gerakan, dan ketepatan gerakan dilanjutkan dengan pertarungan. Sistem pertandingan yang dipakai adalah refenchange (WUKO) atau babak kesempatan kembali kepada atlet yang pernah dikalahkan oleh sang juara dengan biaya 50 persen ditanggung oleh pemerintah daerah. (baim)







