
AGAM – Operasi Patuh Singgalang 2017 masih terus berlangsung. Kepolisian terus melakukan penindakan guna memberikan efek jera kepada para pelanggar lalu lintas. Salah satunya di kawasan Bundaran Simpang Tigo, Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Sebagaimana diketahui, Operasi Patuh telah berlangsung selama satu pekan, yakni sejak 9 Mei 2017 dan akan berakhir pada 24 Mei 2017.
Kapolres Agam, AKBP Ferry Suwandi, SIK melalui Kasat Lantas Polres Agam, Iptu Julisman, SH mengatakan, Operasi Patuh tidak hanya dilaksanakan pagi atau siang hari, malam hari pun akan dilaksanakan. Sasarannya adalah pengendara yang tidak mempunyai surat-surat kendaraan, tidak memakai helm dan juga tidak lengkap dalam berkendara.
Pantauan padangmedia.com di lapangan, Selasa (16/5) malam, terlihat semua pengendaraa yang lewat distop dan diperiksa semua surat menyurat dan kelengkapan kendaraan. Tidak sedikit dari mereka yang melakukan pelanggaran secara kasat mata, seperti tidak memiliki helm, spion dan lainnya.
Sementara untuk kendaraan roda empat, seperti tidak memasang safety bel, menaruh banyak barang di atas tenda mobil, dan membawa beberapa penumpang di mobil bak pengangkut barang.
“Tujuan kami adalah melakukan antisipasi kecelakaan lalu lintas dan pelanggaran surat menyurat serta kelengkapan kendaraan. Serta antisipasi kaitan dengan kendaraan yang hilang, siapa tau ditemukan dalam giat ini,” ujarnya.
Dalam Operasi yang digelar, kata Julisman, lebih mengedepakan pendekatan edukatif yang berbudaya. Kepolisian juga akan terus memberikan pendidikan terhadap masyarakat tentang lalu lintas, pencerahan lalu lintas dan juga tindakan-tindakan simpatik.
Dari giat malam tadi, puluhan kendaraan terjaring. Pelanggarannya pun beragam, ada yang tidak menggunakan helm atau spion, tidak memiliki SIM bahkan tidak memiliki surat-menyurat kendaraan bermotor. (fajar)






