
“Pengkhianat selalu mati berkali-kali dan hidup hanya sekali, sedangkan pahlawan mati hanya sekali dan hidup berulangkali”.
Pertunjukan Opera Batak Sisingamangaraja XII dalam episode Tongtang I Tano Batak di University Of Malaysia, Kuala Lumpur, Senin (24/9) dan di Universiti Teknologi Mara, Pahang, Rabu (26/9) sukses memukau penonton. Pertunjukan petama di Panggung Experimental Theatre Kuala Lumpur, dan kedua di Gedung Dewan Indera Segara, Pahang mampu membius 3500 penonton. Karya ini merupakan Hibah P3S Kemenristek Dikti dengan peneliti dari ISI Padangpanjang Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn (ketua Peneliti), Dr. Rosta Minawati, S.Sn., M.Si (anggota), Enrico Alamo, S.Sn., M.Sn (Anggota), dan Sherly Novalinda, S.Sn., M.Sn (anggota).
Pertunjukan tersebut merupakan naskah lakon yang ditulis Sulaiman Juned dengan Edy Suisno, Koreografer Sherly Novalinda dan disutradarai Enrico Alamo. Aktor pendukung Ikhsan Hariyanto, Teuku Akmal, Wulan, Sriyanto, Rika, Bery Prima, Thompson HS dari PLOT Siantar, dan Sulaiman Juned. Sementara, penari Lovia, Ayu, Suci, Rani, Irwan dan Julianto. Penata Musik I Dewa Nyoman Supenida. Pemusik Sri Yanto, Hatta dan Yohanes.
Pertunjukan dalam episode Tontang I Tano Batak diceritakan berakhir dengan tragis. Video mapping membuka pertunjukan dengan bubuhan nama Sisingamangaraja XII yang posisinya raja spiritual di tanah Batak. Video Mapping sebagai pengganti setting panggung yang melebur perkawinan tradisi dengan kontemporer. Sedang delapan tari kontemporer yang digarap Sherly berangkat dari lokalitas Batak menjadi visualisasi gerak dari suasana perang gerilya. Selain itu, seluruh aktor yang memainkan akting mampu membius penonton di dua pertunjukan sehingga penonton memberikan standing applus.
Mohd. Nazip Suratman (Rektor UiTM Pahang, 26/9) usai pertunjukan mengatakan, luar biasa pertunjukan teater Opera Batak Sisingamangaraja XII. Pertunjukannya sangat lengkap, ada nyanyian, musik, tari, senirupa, vokal dan akting. Kemampuan aktor memang pantas diacungkan jempol.
“Secara keseluruhan dapat membius penonton yang jumlahnya lebih kurang 3500 orang,” tutur Rektor yang senang menonton pertunjukan seni itu.
Sementara, Yassin Salleh BT mengatakan, menonton Opera Batak Sisingamangaraja yang dipersembahkan anak-anak ISI Padangpanjang memang sangat menakjubkan. Apalagi teks (naskah lakon) yang ditulis Sulaiman Juned dengan Edy Suisno sungguh indah bahasanya dan menusuk jiwa melalui kritik yang menggoda. Selain itu, diderecting dengan apik oleh Enrico Alamo sebagai sutradara, ucap penyair dan sutradara film senior Malaysia itu. (de/rel)






