OJK Tekankan Pentingnya Kepercayaan Investor untuk Meningkatkan Peran Pasar Modal Indonesia
  • Home
  • Berita
  • OJK Tekankan Pentingnya Kepercayaan Investor untuk Meningkatkan Peran Pasar Modal Indonesia

OJK Tekankan Pentingnya Kepercayaan Investor untuk Meningkatkan Peran Pasar Modal Indonesia

OJK Free float

JAKARTA- Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menegaskan pentingnya kepercayaan investor dalam peningkatan peran pasar modal Indonesia.

“OJK tentu akan terus hadir, akan bekerja bersama dan terus bertindak secara nyata untuk menjaga kepercayaan publik dan tentu juga melindungi para investor di pasar modal kita, dan tentu memastikan pasar modal kita dan seluruh pasar keuangan Indonesia akan tumbuh sehat, berintegritas, berdaya saing, dan juga berkelanjutan,” kata Hasan dalam Dialog Pasar Modal di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (1/2/2026).

Hasan juga menegaskan komitmen OJK untuk menjadikan pasar modal Indonesia ke depan tetap solid, terpercaya, dan menjadi pilar utama dalam mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menegaskan, Bursa Efek siap untuk melakukan transparansi terkait percepatan reformasi integritas sebagaimana yang diminta oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk semakin meningkatkan kepercayaan investor.

“Apa yang akan kami lakukan untuk melakukan pendalaman dari sisi demand khususnya, agar lebih banyak lagi investor asing masuk dengan penambahan bobot Indonesia di dalam konstituen. Antara lain adalah tadi juga sudah disampaikan, kami SRO akan meningkatkan disclosure,” tegas Jeffrey.

Dalam kesempatan itu, Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, menekankan pentingnya kualitas, transparansi, dan akuntabilitas bursa efek yang merupakan pilar fundamental dalam pasar modal Indonesia.

“Bagaimana bursa kita ini tumbuh tidak hanya dari segi market cap, tapi juga kualitas dari bursa kita ini adalah kualitas yang baik dan benar,” kata Rosan.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam dialog tersebut memaparkan delapan rencana aksi dalam rangka reformasi pasar modal Indonesia. Delapan aksi itu dibagi dalam empat klaster yaitu kebijakan baru free float, transparansi, tata kelola dan enforcement, serta sinergitas. Free float dinaikkan menjadi 15 persen dari sebelumnya sebesar 7,5 persen, yang akan dilakukan secara bertahap bagi perusahaan lama dan langsung berlaku untuk perusahaan yang baru IPO. F

Berita Terkait

Leave a Reply