
PADANG- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar Bulan Inklusi Keuangan (BIK) tahun 2021. Bersama industri jasa keuangan, OJK terus mendorong akses keuangan kepada masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dan pencapaiam target inklusi keuangan nasional 90 persen pada 2024.
Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara, dalam zoom meeting Selasa (28/9/2021) menyebutkan, BIK akan berlangsung sepanjang Oktober 2021 mendatang.
“OJK bersama industri jasa keuangan (IJK) kembali menggelar BIK tahun ini, selama satu bulan penuh di Oktober mendatang,” kata Tirta.
BIK 2021 tersebut bertema “Inklusi Keuangan Untuk Semua, Bangkitkan Ekonomi Bangsa”. Tirta meyakini, BIK bisa mendukung pemulihan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, inklusi keuangan memiliki peranan penting dan strategis sehingga diharapkan dapat menjadi solusi untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.
“Bulan Inklusi Keuangan sebagai salah satu upaya mendekatkan masyarakat dengan produk dan layanan keuangan. Dengan semakin terbukanya akses keuangan, penggunaan produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan akan meningkat, pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” kata Tirta.
Pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan itu diharapkan juga mendorong pembukaan rekening, pemberian kredit/ pembiayaan serta penggunaan produk atau layanan jasa keuangan. Sekaligus juga untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap budaya menabung dan mempublikasikan program literasi dan inklusi keuangan serta perlindungan konsumen.
Tirta mengungkapkan, selama 2021 hingga September ini, OJK terus melakukan berbagai kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan edukasi dan literasi keuangan secara virtual kepada masyarakat. Tercatat sekitar 1.000 kegiatan edukasi dengan 295 konten materi.
Selain itu, sosialisasi inklusi keuangan juga terus dilakukan di berbagai daerah oleh 307 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melalui sejumlah kegiatan seperti KUR Klaster dan business matching untuk UMKM.
Kemudian untuk meningkatkan inklusi di kalangan pelajar, OJK terus mendorong program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) yang menargetkan 70 persen pelajar Indonesia memiliki rekening tabungan perbankan di tahun 2021 ini.
OJK juga sedang menyiapkan konten-konten edukasi keuangan melalui learning management system yang menampilkan modul-modul edukasi semua sektor jasa keuangan seperti perbankan, industri keuangan non bank, pasar modal dan fintech yang bisa diakses secara elektronik.
Tirta memaparkan, berbagai program BIK 2021 akan berfokus pada beberapa hal. Pertama penjualan produk/ jasa keuangan berinsentif melalui pemberian discount, cashback, point, bonus atau reward. Kemudian fasilitasi pemberian kredit/ pembiayaan bagi masyarakat serta pelaku usaha kecil dan mikro, antara lain melalui kegiatan business matching.
Selanjutnya, pameran jasa keuangan yang dapat dilakukan secara virtual, menyesuaikan dengan kondisi lokasi pelaksanaan kegiatan. Juga difokuskan kepada pembukaan rekening, polis dan lainnya. Juga kepada kegiatan edukasi keuangan, kampanye dan publikasi program literasi dan inklusi keuangan serta perlindungan konsumen secara masif.
Masih di rangkaian kegiatan BIK 2021, juga akan diselenggarakan pameran produk/ jasa keuangan FinExpo BIK 2021. Pameran dilakukan secara virtual pada tanggal 18 Oktober sampai 2 November 2021 yang dapat diakses melalui website www.finexpo-bik2021.id. FinExpo BIK 2021 merupakan platform bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi program promo, reward, edukasi keuangan dan kegiatan selama BIK 2021.
Tirta mengharapkan, melalui kegiatan BIK 2021 dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan. Diharapkan juga memberi kemudahan untuk membuka akses keuangan untuk sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, lembaga pembiayaan, pergadaian, dana pensiun, Fintech, serta E-commerce sehingga dapat memberikan dampak positif dalam mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90 persen pada akhir tahun 2024. (*/Febry)






