AGAM-Kunjungan ke berbagai objek wisata di kabupaten Agam Sumatera Barat sejak Kamis (24/12) hingga Sabtu (26/12) semakin meningkat. Menurut pantauan Padangmedia.com, , Objek Wisata Puncak Lawang, Puncak Tigo Balai Nan Basa, Tarusan Kamang,Taman Muko-Muko, dan Bandar Mutiara tampak ramai.
Tempat tersebut merupakan pilihan favorit pengunjung Bahkan, di Objek Puncak Lawang pengunjung kesulitan memarkir kendaraan mereka, karena area parkir yang tersedia penuh.
Tarusan Kamang, yang baru saja digenangi air, memiliki daya tarik tersendiri,terutama bagi pengunjung bersama keluarga. Keberadaan kapal motor, walau hanya dirakit dari drum dan digerakan mesin tempel, sangat menarik pengunjung. Mereka bersama keluarga dapat berkeliling tarusan dengan kapal motor sederhana itu.
“Kami sekeluarga sangat menikmati liburan di Tarusan Kamang,” ujar Panji Wijana, Wisatawan asal LubukBasung yang pergi berlibur kesana, Sabtu (26/12).
Panji mengaku jauh-jauh datang dari Lubuk Basung, bersama keluarga,karena ingin menikmati keindahan alam Tarusan Kamang.
Di samping Puncak Lawang, yang dipadati pengunjung dari berbagai daerah di Sumbar dan provinsi tetangga, Riau, Puncak Tigo Balai Nan Basa juga dipadati pengunjung. Mereka mayoritas datang dengan mobil bersama keluarga.
“Pemandangan dari sini sangat menawan. Di bawah sana Danau Maninjau bak permadani nan menawan, “ ujar Asna, yang datang ke sana bersama suami dan 2 anaknya.
Objek Ambun Tanai pun tak luput dibanjiri pengunjung. Dari Ambun Tanai, pemandangan ke arah Maninjau sangat menawan. Hembusan angin dari arah danau, terasa sejuk di terik mentari kala itu.
Taman Muko-Muko, seperti biasa pada hari libur,selalu ramai. Di samping menikmati keindahan alam, di sana juga banyak disajikan pedagang makanan khas Maninjau.
Namun banyak pengunjung mempertanyakan,mengapa Pulau Lagenda merimba. Tidak seperti beberapa tahun lalu. Di pulau,yang terletak tidak jauh dari Taman Muko-Muko itu, dulu ada rumah makan dan restoran.
Di Objek Bandar Mutiara, wisatawan kini lebih merasa aman. Karena sudah disediakan petugas penjaga pantai. Mereka akan memberi informasi kepada pengunjung tentang kondisi pantai dan perairan di sana. Dengan demikian, pengunjung dapat mengetahui, di mana lokasi yang aman untuk mandi-mandi, dan di mana yang berbahaya.
“Kita berharap pengunjung bisa lebih aman, dan nyaman menikmati liburan mereka di Pantai Bandar Mutiara,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Agam, Hadi Suryadi, SH,ketika dihubungi via ponselnya Sabtu (26/12) malam.
Menurut Hadi, sejauh ini belum ditemukan permasalahan di objek wisata. Baik di sektor keamanan,maupun keluhan seputar harga makanan dan minuman,serta perparkiran.
Di penginapan, hotel, dan home stay, juga belum ada laporan tentang pelanggaran, seperti menerima tamu dari pasangan ilegal. (fajar)







