PADANG- Partisipasi pemilih dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak Sumatera Barat tahun 2015 ini diprediksi turun. Dari data yang berhasil terpantau, baik dari pantauan lapangan maupun dari entri data rekapitulasi form C1 di website Komisi Pemilihan Umum (KPU), persentasi partisipasi pemilih berada dibawah 60 persen.
Sampai pukul 19.50 Wib sore ini (Kamis, 10/12) di situs KPU www.pilkada2015.kpu.go.id, entri data untuk pemilihan gubernur- wakil gubernur (pilgub) sudah mencapai 37,51 persen. Seluruh daerah kabupaten/ kota sudah mulai memasukkan data rekap C1 per Tempat Pemungutan Suara (TPS). Total data yang masuk sudah mencapai 4.171 dari 11.121 TPS sementara daerah yang sudah rampung 100 persen adalah Kota Padangpanjang, Pariaman, Payakumbuh dan Kota Sawahlunto.
Dari 37,51 persen data yang masuk, terlihat tingkat partisipasi pemilih hanya berada pada kisaran 58,44 persen. Dari hasil sementara data yang masuk, jumlah pemilih di 4.171 TPS tersebut sebanyak 1.379.142 orang yang menggunakan hak pilih 806.002 orang.
Terkait rendahnya partisipasi pemilih ini, Kordinator Divisi Sosialisasi KPU Provinsi Sumatera Barat Nova Indra menyatakan sudah melakukan sosialisasi dengan optimal.
” Sosialisasi kami rasakan sudah optimal namun kami tentu tidak bisa memaksa orang datang ke TPS untuk memilih,” katanya.
Banyak faktor yang menyebabkan orang tidak menggunakan hak pilihnya dan faktor tersebut perlu disikapi ke depan oleh semua pihak. Faktor pertama bisa jadi karena di daerah yang tidak melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) bupati- wakil bupati atau walikota- wakil walikota.
” Di daerah yang hanya melaksanakan pilgub tetapi tidak melaksanakan pilbup atau pilwako tingkat ketertarikan untuk memilih tentu tidak akan sama dengan daerah yang serentak melaksanakan pilkada serantak,” ujarnya.
Nova menambahkan, faktor lainnya yang mempengaruhi adalah soal sikap perilaku dan pemahaman terhadap arti pentingnya memilih yang belum tertanam dan menjadi kesadaran sebagian masyarakat. Kondisi yang seperti ini membutuhkan peran serta semua pihak. Baik KPU, pemerintah, calon dan partai politik serta stake holder lainnya harus memberikan pendidikan politik lebih giat lagi kepada masyarakat.
” Ke depan, semua pihak perlu bergandengan tangan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya menggunakan hak pilih,” lanjutnya.
Sementara itu, entri data hasil rekapitulasi form C1 per TPS di website KPU terus bergerak. KPU mentargetkan, upload rekapitulasi per TPS bersama scan C1 sudah tuntas dalam tiga hari sejak penghitungan suara dimulai.
Jumlah pemilih untuk pilgub di Sumatera Barat berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dikeluarkan KPU adalah 3.496.836 orang tersebar di 19 kabupaten. Pilgub Sumatera Barat diikuti dua pasangan calon yaitu pasangan nomor urut 1 Muslim Kasim- Fauzi Bahar (MK-FB) dan nomor urut 2 Irwan Prayitno – Nasrul Abit (IP-NA). Sampai saat ini, kemenangan masih berada pada pasangan nomor urut 2 IP-NA yang meraih suara 59,24 persen sementara MK-FB tertinggal dengan perolehan suara 40,76 persen. (feb)







