PADANG – Pilihan untuk tidak memilih atau diistilahkan dengan Golongan Putih (Golput) bukanlah sebuah solusi dalam sebuah proses demokrasi. Golput bukanlah sebuah sikap yang bijak dan hanya akan mencederai nilai-nilai demokrasi itu sendiri.
Koordinator Divisi Sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat Nova Indra menegaskan hal itu.
“Golput bukan solusi, ini bukan sikap yang bijak dan hanya akan mencederai nilai-nilai demokrasi,” katanya di tengah-tengah masyarakat Cupak, Kabupaten Solok saat malam hiburan dalam rangka sosialisasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Sumatera Barat tahun 2015, Senin (2/11).
Untuk ikut bersama-sama membangun daerah, masyarakat harus menggunakan hak pilihnya untuk menentukan siapa yang akan memimpin. Dengan memilih, masyarakat telah ikut andil dalam menentukan arah pembangunan untuk kepentingan masyarakat itu sendiri.
Nova Indra menambahkan, pihaknya selaku pelaksana pemilihan terus melakukan sosialisasi dengan gencar. KPU melakukan itu agar pilkada ke depan semakin menarik simpati masyarakat.
“Salah satunya adalah dengan memanfaatkan berbagai kesenian rakyat, menggelar malam hiburan rakyat dan sebagainya untuk memberikan sosialisasi,” ujarnya.
Pilkada serentak Sumatera Barat digelar pada 9 Desember 2015 mendatang. Pilkada digelar serentak antara pemilihan gubernur- wakil gubernur (pilgub) dengan pilkada bupati- wakil bupati dan walikota- wakil walikota di 13 kabupaten/ kota, termasuk Kabupaten Solok. (feb)






