
SOLOK – Bakat dagang ternyata duduk terpisah dengan naluri politik. Meski dalam praktik tataniaga, sejatinya berdagang paralel dengan instrumen politik. Maka, antara usahawan dengan politisi tidak berlaku konsep dua mata pisau. Ia lebih seumpama dendang seiring berbeda jalan.
Begitulah Nofi Candra ketika memaknai dua profesi yang dijalaninya sekaligus. Usaha dan politik adalah dua jalan penting dalam perjalanan hidupnya.
” Keduanya (Usaha dan Politik) berjalan sama diwilayahnya masing-masing, karena itu keduanya harus dipisahkan,” kata anggora DPD RI asal pemilihan Sumatera Barat yang mengawali karier pokitiknya dari usaha berdagang.
NC, begitu inisial mantan Ketua KNPI kota Solok itu karib disapa. Duduk di kursi parlemen berawal dari usaha menjadi distributor pupuk. Kemudian sukses sebagai Presiden Direktur PT. Citra Nuansa Mandiri (CNM) yang bergelut dengan pengolahan bibit Jagung Hybriba, sampai akhirnya memiliki puaat pertokoan modern di Kota Solok dibawah payung NC Plaza.
Suami Hj. Devi Femiyanti, SE menyebut, usaha yang dirintis sama tidak mudahnya ketika masuk ke dunia politik. Keduanya butuh komitmen dan kesungguhan. Dengan segala konsekwensi, Nofi Candra akhirnya menggapai impiannya agar bisa bermanfaat bagi banyak orang.
Satu periode di Senayan, tokoh muda yang tak pernah menyadari posisinya sebagai anggota DPD dan MPR RI sekaligus, akhirnya membuat keputusan mengejutkan dengan tidak maju sebagai calon anggota DPD RI pada periode ke dua.
Ia mengaku keputusan itu bukan sensasi. Baginya, dunia usaha yang digeluti sejak awal demi masa depan anak, cucu, karyawan-karyawan dan masyarakat yang selama ini terlibat dalam usaha-usahanya. Dengan usaha itu pula, ia lantas berupaya agar bisa berbuat untuk banyak orang, tanpa harus khawatir anak dan cucunya, kelak, akan kekurangan.
Sedangkan ranah politik, adalah jalur pengabdian terhadap masyarakat. Ketika putra H. Syukri, petani sukses yang dikenal sebagai profesor tanpa sekolah itu mulai mengecimpungi politik, maka waktu, materi dan perjuangan dihibahkan secara total untuk masyarakat. “Pada wilayah ini kita masuk dalam tatanan kebijakan yang efeknya langsung kepada masyarakat,” tuturnya penuh makna.
Nofi Candra memang dikenal sebagai sosok yang berprinsip bahwa antara semangat usaha dan politik itu beiringan. Tetapi dari segi fokusitas, keduanya punya porsi yang berbeda. ” Makanya, saya selalu memisahkan usaha dan politik secara pelaksanaannya,” ungkapnya.
Kini, Nofi akan jeda dari aktivitas politik. Dia tidak maju lagi ke Senayan pada periode 2019-2014. Bagi kebanyakan orang, simpatisan dan para loyalis, keputusan itu dianggap terlalu nekad. Bahkan keliru.
Tetapi tidak baginya. Naluri bisnis Nofi sama tajamnya dengan bakat politik yang terus diasah melalui PT Nuansa Ceria (NC) Food, sebuah perusahaan industri bahan baku kuliner yang mengawali berdirinya pusat grosir bahan kue PT. Bakerindo Tetap Jaya yang dikendalikan istrinya Hj. Devi Femiyanti. Nofi Candra bahkan optimistis dengan strateginya.
Baginya, berhenti sejenak didunia yang melulu memikirkan kondisi masyarakat, tidak lantas menghambat hubungan sosialnya dengan masyarakat. Ia mulai meperkuat basis usahanya dengan mendirikan NC Plaza Dua di KTK Kota Solok, tanpa khawatir kalau kesejahteraan banyak orang dari usaha akan berhenti.
“Justru kita membuka lapangan kerja dan itu adalah sumber kehidupan mereka sebagai karyawan,” jelasnya.
Walaupun mengembangkan sayap membuka usaha di pusat tetapi tetapi tetap berfikir usaha yang di daerah tetap berkembang agar kebermanfaatan bagi masyarakat Sumbar juga meningkat
NC menegaskan, ketika dirinya fokus ke dunia politik, tujuannya untuk membantu masyarakat dari segi kebijakan dan kegiatan. Politik itu langkah positif guna melanjutkan nilai-nilai yang dipercayai tentang makna berbuat lebih untuk banyak orang. ” Sejatinya semua itu tidak boleh berubah, apalagi berhenti. Dunia usaha juga begitu,” imbuh senator RI yang ingin menyelesaikan bengkalai usaha dengan membuka NC Plaza Dua di kawasan KTK Kota Solok. (ril/peb)






