
PADANGPANJANG – Event Pacu Kuda Alek Nagari Padangpanjang, Batipuah, X Koto (Pabasko), diawali dengan prosesi arak-arakan ninik mamak dengan menumpang 14 bendi dan bugih.
Arak-arakan dimulai dari Pendopo Rumah Dinas Walikota, melewati rute SMKN 1, Gedung M. Syafei, Pasar Pusat, Tanah Hitam dan finish di Gelanggang Pacuan Kuda disambut dengan Tari Gelombang, Minggu (26/6).
Rombongan tersebut diantaranya, yakni Walikota, H. Fadly Amran, BBA, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Dr. Fauzi Bahar, M.Si Datuak Nan Sati, serta ninik mamak perwakilan dari 23 nagari di Pabasko.
Sebelumnya, Fadly menyampaikan, “alek pacu kudo” ini merupakan tradisi yang mendapatkan antusiasme luar biasa dari masyarakat.
“Tahun 2019 lalu, hampir 30 ribu lebih masyarakat yang hadir menyaksikan event pacu kuda ini. Saya rasa saat ini akan lebih dari itu,” ujarnya.
Diungkapkannya, pada penyelengaraan kali ini, panitia telah menyiapkan sarana berjualan bagi UMKM secara gratis.
“Mudah-mudahan bisa kita nikmati bersama dan jadi sejarah yang luar biasa sebagai sarana kekerabatan dan silaturahim antara kita semua,” tambahnya.
Fauzi Bahar dalam kesempatan ini menyampaikan, Kota Padangpanjang akan menjadi pilot project terkait restorative justice. Ini sesuai dengan kerja sama Polda Sumbar bersama LKAAM Sumbar.
“Mohon dukungan ninik mamak. Selasa lusa, kita akan lakukan penandatanganan hal tersebut,” sebutnya.
Dalam kesempatan ini, Fauzi juga mengundang ninik mamak Pabasko untuk dapat hadir dalam acara melewakan gala Kapolda Sumbar yang akan berlangsung pada 1 Juli mendatang di Istano Basa Pagaruyung. (de)






